Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

EKONOMI BISNIS

4 Alasan Bisnis F&B Skeptis Terhadap Transformasi Digital [Data Riset 2023]

badge-check


					4 Alasan Bisnis F&B Skeptis Terhadap Transformasi Digital [Data Riset 2023] Perbesar

Respon “Nggak dulu deh!” dari para pelaku bisnis F&B terhadap implementasi transformasi digital ternyata punya alasan kuat, berikut 4 kategorisasinya!

Bandung – Tim di balik pengembangan aplikasi kasir Tantri melaksanakan survey langsung terhadap 500+ pelaku bisnis F&B (Food and Beverage) yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat, sepanjang 2 kuartal (Q1-Q2/2023). Riset tersebut diinisiasi untuk mengetahui preferensi dan tantangan pelaku usaha terhadap percepatan penerapan teknologi digital dalam bisnis kuliner.

Hasil riset menunjukkan, setidaknya terdapat 4 (empat) faktor yang menjadi pemicu keengganan atau perilaku skeptis pelaku F&B dalam bertransformasi digital.

Grafik preferensi bisnis F&B terhadap transformasi digital/Source: Tantri.id

Pertama, pelaku bisnis menganggap mindset atau pandangan mereka sebagai pengaruh utama. Sebagian merasa aplikasi kasir belum mendesak, sementara lainnya memilih operasional konvensional.

Kedua, pedagang mempertimbangkan dampak langsung terhadap pelanggan dalam adopsi teknologi digital. Mereka menilai keterbantuan atau kebingungannya, serta mempertahankan interaksi langsung sebagai bagian dari citra atau branding bisnis mereka.

Proses pengambilan keputusan menjadi faktor penting lainnya, dan turut mempengaruhi pelaku bisnis F&B. Beberapa menilai kurangnya edukasi terkait teknologi F&B, sementara lainnya belum dapat bertemu dengan decision maker.

Keempat, pelaku bisnis masih menilai kebutuhan sistem digital yang komprehensif. Mereka menginginkan fitur-fitur terintegrasi untuk mendukung efektivitas operasional, dari manajemen bisnis hingga manajemen pemesanan.

Tantangan kompleks di atas menghadang pelaku bisnis F&B dalam mengadopsi transformasi digital.

Padahal, masih banyak manfaat lain yang secara signifikan berdampak pada bisnis. Bahkan QSR Magazine dalam studinya “The Benefits of Going Digital with Your Menu“,  mengungkapkan:

“Restoran mengalami kenaikan pemesanan hingga lebih dari 30% setelah menggunakan menu digital dan aplikasi pemesanan.”

Tak dipungkiri, penerapan inovasi digital adalah langkah penting menuju peningkatan profitabilitas dan efisiensi operasional yang dapat memberikan dampak positif dalam bisnis kuliner.

Meskipun begitu, strategi dan perencanaan matang diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

###

Press Release + Data Riset lengkap dapat Anda unduh melalui link berikut:

https://tantri.id/press-release-transformasi-digital-bisnis-fnb 

About Sasana Digital

Sasana Digital adalah perusahaan penyedia solusi & jasa digital untuk bisnis Indonesia. Juga sebagai developer Aplikasi Kasir & Scan QR Menu untuk bisnis F&B bernama Tantri.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Baca Lainnya

Anak Singkong di Little Tokyo

19 November 2024 - 16:50 WIB

Trading Bebas Swap di Dupoin: Semua yang Perlu Anda Ketahui

19 November 2024 - 14:12 WIB

Token Palapa Resmi Diperdagangkan di Bittime

18 November 2024 - 13:50 WIB

Port Academy Adakan Diklat IMDG Code di Tanjung Redeb, Tingkatkan Kompetensi Penanganan Barang Berbahaya di Pelabuhan

15 November 2024 - 03:17 WIB

Vishnu, Perjalanan dari Penjaga Pos Parkir hingga Peraih Penghargaan Personal Development di JCI Badung Bali

11 November 2024 - 20:36 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS
error: Content is protected !!