Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

EKONOMI BISNIS

5 Kripto yang Layak Pantau Efek Hasil Rapat FOMC

badge-check


					5 Kripto yang Layak Pantau Efek Hasil Rapat FOMC Perbesar

Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) baru-baru ini menghasilkan keputusan penting dengan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps). Langkah ini dilakukan oleh Federal Reserve untuk menstimulasi ekonomi di tengah ketidakpastian global. Namun, pemangkasan ini tidak hanya berdampak pada pasar saham, tetapi juga memberikan pengaruh besar pada market kripto secara keseluruhan.

Beberapa altcoin telah menunjukkan lonjakan harga sebelum hasil rapat FOMC diumumkan. Namun, setelah The Fed resmi menurunkan suku bunga, ada 5 kripto yang sebaiknya diwaspadai oleh investor karena berpotensi mengalami koreksi harga.

1. Render (RENDER)

Render mengalami kenaikan harga yang signifikan, sekitar 20%, menjelang keputusan suku bunga The Fed. Namun, setelah hasil rapat FOMC, aktivitas harian untuk token ini mulai menurun drastis. Dengan minat yang mulai berkurang, RENDER bisa mengalami tekanan jual yang lebih besar dalam beberapa waktu ke depan, sehingga investor disarankan untuk berhati-hati.

2. Polygon (POL)

Polygon, yang baru saja mengalami perubahan nama dari MATIC menjadi POL, sempat menarik perhatian besar. Namun, setelah pengumuman hasil rapat FOMC, banyak investor utama justru mulai menjual token ini. Peningkatan pasokan di bursa dan tanda-tanda kurangnya minat dari investor besar membuat POL berisiko mengalami koreksi.

3. Uniswap (UNI)

Uniswap juga menjadi salah satu altcoin yang perlu diawasi. Setelah 100% tokennya beredar di pasar, tekanan jual meningkat secara signifikan. Meskipun ada perkembangan teknis terkait pembaruan v4, investor disarankan untuk lebih waspada karena tingginya jumlah token di pasar bisa membuat harga UNI rentan turun.

4. Optimism (OP)

Optimism, yang dulu populer sebagai solusi penskalaan Layer 2 di Ethereum, kini mulai kehilangan perhatian. Penurunan pertumbuhan jaringan menunjukkan kurangnya minat pengguna baru, yang menyebabkan OP berisiko mengalami koreksi harga lebih lanjut. Setelah hasil rapat FOMC, tekanan jual untuk token ini diperkirakan akan meningkat.

5. BabyDogeCoin (BABYDOGE)

BabyDogeCoin, yang sempat mengalami lonjakan harga setelah terdaftar di Binance, bisa segera mengalami pembalikan. Reli yang dipicu oleh pencatatan di bursa sering kali bersifat sementara, dan tanpa adanya tekanan beli yang kuat, BABYDOGE dapat merosot hingga 40% ke level support utamanya.

Hasil rapat FOMC dan pemangkasan suku bunga oleh The Fed memberikan dampak besar pada pasar kripto. Kelima altcoin di atas menunjukkan sinyal jual yang harus diwaspadai oleh investor. Koreksi harga bisa segera terjadi, sehingga langkah hati-hati sangat disarankan bagi para pelaku pasar kripto.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bukan merupakan saran investasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pengguna. Lakukan riset menyeluruh dan konsultasi dengan ahli sebelum membuat keputusan investasi di instrumen apa pun. 

Tentang Palapa

Palapa melalui PT Global Karya Wisesa adalah perusahaan berbasis teknologi di garis depan inovasi blockchain dan aset kripto. Palapa memiliki visi mendorong adopsi dan pemanfaatan teknologi blockchain secara luas dengan menciptakan ekosistem yang mudah dan berfokus pada pengguna.
Token Palapa (PLPA) sudah resmi terdaftar oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dimana token Palapa telah masuk ke dalam daftar 545 aset kripto yang dapat diperdagangkan saat ini. PLPA dibangun menggunakan blockchain Ethereum dengan standar ERC-20. Seperti diketahui, Ethereum menyediakan platform yang kuat dan aman untuk perilisan dan pengelolaan token dengan memastikan transparansi dan interoperabilitas dalam ekosistem blockchain yang lebih luas.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Anak Singkong di Little Tokyo

19 November 2024 - 16:50 WIB

Trading Bebas Swap di Dupoin: Semua yang Perlu Anda Ketahui

19 November 2024 - 14:12 WIB

Token Palapa Resmi Diperdagangkan di Bittime

18 November 2024 - 13:50 WIB

Port Academy Adakan Diklat IMDG Code di Tanjung Redeb, Tingkatkan Kompetensi Penanganan Barang Berbahaya di Pelabuhan

15 November 2024 - 03:17 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS
error: Content is protected !!