Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

KESEHATAN

PDP Asal Senori Meninggal Dunia. Direktur RSUD.Dr.R.Koesma Tuban : Hasil swab kita masih menunggu, sedangkan, terkait pemakaman PDP dilakukan sesuai SOP pemulasaran Covid-19.

badge-check


					PDP Asal Senori Meninggal Dunia. Direktur RSUD.Dr.R.Koesma Tuban :  Hasil swab kita masih menunggu, sedangkan, terkait pemakaman PDP dilakukan sesuai SOP pemulasaran Covid-19. Perbesar

Tuban,RepublikNews

Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 asal Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban
, MRS (24) meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan beberapa hari di RSUD Dr. R. Koesma Tuban, Kamis ,23/04/2020.

Pihak RSUD Dr. R. Koesma Tuban, memberikan keterangan bahwa , PDP asal Senori meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB. Selama menjalani perawatan, pasien mengalami keluhan panas, batuk, pilek, sesak napas, dan pneumonia berat, serta tubuhnya drop.

Kendati demikian, berdasarkan hasil rapid test sebanyak 2 kali, PDP MRS dinyatakan negatif dari corona.

Direktur RSUD.Dr.R.Koesma Tuban ,dr.H. Saiful Hadi mengatakan ,
“Hasil swab kita masih menunggu, sedangkan, terkait pemakaman PDP dilakukan sesuai SOP pemulasaran Covid-19.” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban itu menambahkan , selain MRS, anak yang bersangkutan juga menjadi PDP. Namun, kondisi anaknya saat ini terus membaik dan terus mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu , Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo mengatakan, sebelum ditetapkan PDP, yang bersangkutan merupakan ODP dari Bekasi, Jawa Barat. Saat itu yang bersangkutan melahirkan anaknya pada 20 April 2020. Namun, setelah proses persalinan, yang bersangkutan dan anaknya ditetapkan PDP karena memiliki pneumonia berat.
“Pasien ini sebelumnya punya riwayat dari Bekasi.” jelas dr.Bambang.(@nt).

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

25 Desember 2025 - 14:23 WIB

MPC PP Mojokerto Laporkan Dugaan Pengurukan Lahan Perumahan Tanpa Izin Ke DPRD 

16 Desember 2025 - 18:22 WIB

Trending di PERISTIWA
error: Content is protected !!