Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

BIROKRASI

Pemdes Karangagung Klarifikasi Pemberitaan Warganya . Meninggal Bukan Pasca Melahirkan dan Bukan Pedagang Di Pasar Karangagung.

badge-check


					Pemdes Karangagung Klarifikasi Pemberitaan Warganya . Meninggal Bukan Pasca Melahirkan dan Bukan Pedagang Di Pasar Karangagung. Perbesar

Tuban, RepublikNews.

Pemerintah Desa Karangagung Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban melakukan Klarifikasi terkait data pasien PDP warga desa setempat seorang perempuan berusia 39 tahun  yang meninggal pada Selasa ,  05/05/2020, sekitar pukul 15.30 Wib.pasalnya data yang disampaikan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban kepada awak media tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan.

Kepala Desa Karangagung Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, Aji Agus Wiyoto.S.IP pada media RepublikNews .Minggu .10/05/2020 mengatakan bahwa Warganya yang meninggal dunia dengan status PDP itu sebelumnya sudah mengidap penyakit Typus , korban kemudian dibawa ke RSUD.Dr.R.Koesma Tuban untuk mendapatkan pertolongan medis , namun setelah menjalani perawatan kurang lebih 2 , 5 jam yang bersangkutan meninggal dunia dan dimakamkan di pemakaman desa setempat dengan protokol covid-19. Dan hasil Rapit test dinyatakan reaktif , sementara pihak RSUD.Dr.R.Koesma Tuban belum melakukan Test Swab.

” Beliau sebelumnya mengidap penyakit Typus dan dibawa ke RSUD.Dr.R.Koesma Tuban , tapi setelah dirawat selama 2,5 jam meninggal dunia.” terang Kades.

Aji Agus Wiyoto menambahkan jika korban juga tidak berjualan di pasar desa  Karangagung melainkan hanya berjualan gorengan dirumah , namun dagangannya tersebut dijual kembali oleh tengkulak di pasar desa karang agung dan ditempat lain.

Selain itu korban juga tidak melahirkan  seperti apa yang disampaikan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban , tetapi justru korban adalah berstatus Janda dengan seorang anak berusia 17 tahun.

“Beliau bukannya habis melahirkan , justru beliau itu seorang janda dan mempunyai anak yang berusia17 tahun , dengan adanya pemberitaan yang tidak sesuai fakta ini pihak desa dan keluarga merasa sedikit resah dan juga keluarga merasa di kucilkan dan dirugikan.” sesal Kades yang sangat menyayangkan dengan pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta tersebut.

Klarifikasi itu disampaikan oleh Pemerintah desa Karangagung mengingat informasi yang disampaikan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban tidak sesuai fakta dilapangan.

Pemberitaan sebelumnya Kepala Kesbangpol Tuban Didik Purwanto menyatakan seorang PDP asal palang usai menjalani perawatan di RSUD. Dr. R. Koesma Tuban meninggal dunia , korban dirawat akibat pendarahan pasca melahirkan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban saat itu menyatakan bahwa yang bersangkutan setiap harinya berprofesi sebagai penjual gorengan di pasar Desa Karangagung.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

Cara Menghilangkan Benjolan di Leher Kiri

9 November 2024 - 10:22 WIB

Trending di KESEHATAN
error: Content is protected !!