Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

POTRET

Wegah…!! Puluhan Tahun “Hanya Dijadikan Lumbung Suara” Warga Gresik Selatan Serukan Golput

badge-check


					Wegah…!! Puluhan Tahun “Hanya Dijadikan Lumbung Suara” Warga Gresik Selatan Serukan Golput Perbesar

Gresik, RepublikNews – Menjelang Pilkada Gresik pada Desember 2020, sejumlah tokoh mulai bermunculan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Dari baliho, spanduk, sampai media sosial turut digunakan sebagai media sosialisasi pengenalan calon.

Dan tak sedikit pula yang memperkenalkan diri ke warga secara langsung. Sebut saja diantara mereka ialah Moh Qosim, Fandi Akhmad Yani, Aminatun Habibah, dr Asluchul Alif dan sejumlah tokoh lainnya.semua nama-nama kandidat yang akan maju tersebut adalah calon gresik utara,gak ada satu pun calon yang melirik pasangan cawabup dari masyarakat gresik selatan

Maka dari itu muncul gerakan massa dari masyarakat Gresik Selatan agar ada keterwakilan Gresik Selatan dalam Pilkada Gresik. Tanpa komando, massa dengan inisiatif sendiri memasang baliho yang bertuliskan “SAPAPUN BUPATINYA WAKIL NYA HARUS DARI GRESIK SELATAN”.

Baliho tersebut dipasang warga di sejumlah tempat di wilayah Gresik Selatan.

“Bukan tanpa alasan masyarakat memasang puluhan baliho di sepanjang jalan di beberapa kecamatan wilayah Gresik Selatan. Masyarakat Gresik Selatan ingin adanya wakil pemimpin dari selatan. Selama 20 tahun ini, Bupati maupun Wakil Bupati Gresik selalu dari Gresik utara. Akibatnya, banyak terjadi di Gresik Selatan, baik dari segi pembangunan infrastruktur jalan maupun layanan masyarakat,” ungkap Aris Gunawan, Pemerhati Pembangunan Gresik selatan

Aris bersama perwakilan masyarakat, Agus Hendroyono mendapat banyak aspirasi dari warga agar ada pemimpin Gresik berasal dari Gresik Selatan, entah itu sebagai Bupati atau Wakil Bupati.

Dikatakan Aris, banyak tokoh dari Gresik Selatan yang layak memimpin Gresik. Tokoh-tokoh itu punya latar belakang sebagai politikus dan juga pengusaha atau pun profesional.

“Banyak sekali tokoh Gresik Selatan yang mampu dan mumpuni menjadi Bupati maupun Wakil Bupati. Tapi kenapa tidak pernah dilirik partai maupun pasangan bupati selama ini,” ujar Aris.

Lalu siapa yang dijagokan dari Gresik Selatan di Pilkada Gresik? Aris enggan berspekulasi dengan menyebut nama. Yang pasti menurut Aris, sebanyak 48% pemilih di Pilkada Gresik berasal dari Gresik Selatan yang terdiri dari 8 kecamatan.

“Selama 20 tahun sejak tahun 2000 hingga 2020, Gresik dipimpin oleh Bupati dr Gresik Utara. Padahal, masyarakat Gresik Selatan juga memiliki tokoh yang layak jadi Bupati maupun Wakil Bupati. Siapapun pasangan yang didukung masyarakat Gresik Selatan pasti menang,” ungkap Agus Hendroyono menambahkan.

Lanjut Agus menerangkan, partai dan anggota dewan yang tidak mau mendukung gerakan Gresik Selatan, pada Pemilu 2024 terancam tidak akan mendapat kursi apabila tidak merespon aspirasi masyarakat Gresik Selatan.

“Tokoh politik jangan hanya mencari keuntungan yang mengatasnamkan kepentingan rakyat. Tolong kami warga Gresik Selatan diperhatikan. Dan kami juga siap golput jika memang warga Gresik Selatan hanya dijadikan lumbung untuk mendulang suara para elit politik dan juga para cabup dan cawabup,” tegas Agus.

Agus mengakui, sangat miris ketika mendengar tidak ada perwakilan dari Gresik Selatan dalam kontestasi pemilihan cabup dan cawabup dalam Pilkada Gresik tahun ini.

“Kami sangat menghendaki adanya perwakilan dari Gresik Selatan untuk maju dalam pemilihan cabup maupun cawabup tahun ini. Warga Gresik Selatan sudah sangat jengah dengan janji-janji manis yang diberikan oleh pemimpin yang selalu mangatasnamakan kepetingan rakyat.Tapi nyatanya Gresik Selatan hanya dijadikan lumbung untuk mendulang suara ketika ada kontestasi seperti ini,” ungkap Agus dengan nada kecewa.

Lebih mengecewakan lagi, perkembangan di Gesik Selatan kurang diperhatikan, bahkan tidak tersentuh sekalipun oleh mereka yang dulu menebar janji-janji manis ketika Pilkada.

“Kami berharap para elit politik di Gresik Selatan jangan cuma bisa menebar janji manis ketika kontestasi. Tapi kami berharap mereka bisa mewujudkan janji yang mereka gaungkan,” pungkas Agus Hendroyono. (ar)

Baca Lainnya

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!