Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

INVESTIGASI

Pipa Milik Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field  Bocor .

badge-check


					Pipa Milik Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field  Bocor . Perbesar

Tuban, RepublikNews.

Telah terjadi kebocoran pipa water Sped milik PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field yang berada di lahan pertanian tepatnya di dusun Kayun Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.

Kepala Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban IMam Lughuzali saat dikonfirmasi mengatakan jika Pada Selasa pagi pihak PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field yang diwakili oleh Tarmiji dan Yanto keduanya dari Bagian humas  memberitahukan kepada kades rahayu , jika ada kebocoran pipa (Water sped ) di dusun kayun desa rahayu yang mana kebocoran itu terjadi pada senin sore.24/08/2020, oleh kades diarahkan ke Kamituwo karena posisi kebocoran itu dilahan bengkok milik kamituwo .

“Memang benar ada kebocoran yang terjadi di senin sore . Pihak pertamina tarmiji dan yanto sudah datang dan memberitahukan adanya kebocoran tersebut. Dan kami mengembalikan lagi kepada pihak pemilik lahan yaitu mbah Kamituwo Kir.” terang Kades.

Kamituwo Kir pada media RepublikNews mengatakan jika selama ini tanah itu mulanya berfungsi sebagai lahan pertanian (produktif) dan dia berharap supaya lahan itu jangan sampai tercemari dan tidak bisa berfungsi lagi.

“Pokoknya , saya tetap berharap tanah itu tetap sebagai fungsinya yaitu lahan pertanian produktif , jangan sampai tercemari sehingga tidak dapat berfungsi lagi.” pinta mbah Wo Kir.

Para awak media yang tergabung dalam Majelis Pers Nasional (MPN) Korwil Tuban dan LSM-GMAS DPD Kabupaten Tuban menghubungi Humas PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field , Tarmiji melalui saluran WhatsApp namun di jawab oleh Tarmiji sedang rapat , dan saat ditanyakan kapan dapat bertemu untuk konfirmasi hanya dibaca tetapi tidak menjawab.Rabu.26/08/2020.

Media RepublikNews mencoba menghubungi Humas lainnya , Yanto salah satu humas PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field saat dikonfirmasi  melalui telpon seluler mengarahkan media ini untuk bertemu dengan Angga yang juga merupakan Humas PT. Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.

“Coba menghubungi pak Angga aja ya pak , saya nggak berani memberikan keterangan.” pinta Yanto.

Setali dua uang ,Angga saat di konfirmasi melalui WhatsApp juga hanya dibaca dan tidak ada jawaban sama sekali.

Ketua LSM GMAS DPD Kabupaten Tuban . Jatmiko dikesempatan yang sama pada media ini mengungkapkan kekecewaannya.

” Sungguh sangat tidak bisa dicontoh cara humas didalam menjalankan fungsinya , sudah semestinya mereka itu (para humas -red) menemui dan memberikan keterangan terkait kebocoran Water sped itu , akan kita layangkan surat resmi kepada PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field .” tegas Miko panggilan akrabnya.

Melihat kenyataan tersebut , menjadikan sebuah tanda tanya besar ada apa dengan pihat PT.Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field terkait dengan kebocoran Water sped sehingga para humas dari perusahaan BUMN tersebut saling lempar dan tutup mulut….(bersambung).

 

Baca Lainnya

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Proyek Pengurukan Lahan di Puri -Mojokerto Tanpa Penanggung Jawab dan K3, Urugan Diduga Tambang Ilegal

15 Desember 2025 - 15:43 WIB

Pencairan Asuransi Jiwa Tanpa Sepengetahuan Debitur, BTN Cabang Mojokerto Diduga Lakukan Maladministrasi

14 November 2025 - 19:11 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!