Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

PROFIL

KJJT Bekali Pendidikan Jurnalistik Pada Setiap Anggotanya

badge-check


					KJJT Bekali Pendidikan Jurnalistik Pada Setiap Anggotanya Perbesar

Sidoarjo, RepublikNews – Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) belajar dan diskusi bareng guna mendorong wartawan yang tergabung dalam komunitasnya untuk memiliki semangat untuk memperjuangkan anti diskriminasi dalam hubungan hidup sosial.

“Agar organisasi tidak mudah luntur dan turus hidup, salah satu kunci utama yang didorong KJJT ini adalah semangat egalitarian, semangat untuk memperjuangkan anti diskriminasi, karena kita semua adalah saudara,” kata Isma Hakim Rahmat bendahara KJJT saat menghadiri pertemuan konsolidasi pembentukan KJJT Sidoarjo, Minggu (27/9) malam, di Sidoarjo.

Tak hanya itu, Isma juga menyebut, selain memperjuangkan semangat egalitarian anti diskriminasi, KJJT juga akan memberi pembekalan kepada anggotanya melalui pendidikan jurnalistik hingga menempuh jenjang Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers. Dengan konsep model sekolah yang menurut dia sangat unik, yang tidak pernah terpikirkan seperti orang orang yang berpendidikan di perguruan tinggi.

“Karena kita langsung handeling secara step by step, langsung praktek dan disitu ada banyak pengayaan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KJJT Slamet Maulana biasa disapa Ade mendukung dengan dibentuknya KJJT Sidoarjo ini. Ia juga mendorong kepada anggota KJJT yang ada di daerah untuk segera menyusul membentuk struktural kepengurusan. Agar anggota KJJT yang ada di daerah tetap bisa solid rutin mengadakan pertemuan dengan KJJt di daerahnya dan bisa bersama – sama untuk terus belajar.

“Kita lepas atribut, dan bersama-sama kita sinau bareng,” kata Ade.

Dikatakan Ade, dengan kegiatan sinau bareng, nantinya akan bisa mengembalikan khittah dan marwah jurnalis yang sudah karut marut dan silang sengkarut belakangan ini. Seperti halnya wartawan berasa penyidik, wartawan berasa LSM, wartawan berasa sebagai aparat, dan masih banyak lagi. Ujung – ujungnya mereka tidak bisa menulis berita layaknya produk jurnalistik. (Mnf)

Baca Lainnya

Pengurus Persatuan Wartawan Mojokerto (PWM) 2025-2028 Resmi Terbentuk

26 April 2025 - 13:41 WIB

Serdatu Satu Komando Dukung Maryoto Bhirowo – Didik Girnoto

8 September 2024 - 09:50 WIB

Semakin Yakin , Mardinoto terima Formulir B1-KWK dari Nasdem

24 Agustus 2024 - 23:58 WIB

Kapolres Lampung Barat Apresiasi Dedikasi Aipda Poniman Dalam Mengajar Ngaji

18 Agustus 2024 - 11:54 WIB

Business Analytics dalam sudut pandang Transcosmos Commerce di Launching jurusan terbaru Binus Online University

15 Juli 2024 - 00:47 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!