Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

PERISTIWA

WNA PT. Bonvast Indo Sukses Lecehkan Karyawati, Dewan Adat Mojokerto Lakukan Demo

badge-check


					WNA PT. Bonvast Indo Sukses Lecehkan Karyawati, Dewan Adat Mojokerto Lakukan Demo Perbesar

Mojokerto, RepublikNews – Senin, 28 september 2020 adalah puncak kehabisan kesabaran warga dan Dewan Adat Mojokerto karena hari-hari sebelumnya tidak ada reaksi dari pihak perusahaan untuk menyelasaian permasalahan pelecehan seksual tenaga asing terhadap beberapa karyawatinya.

Dewan Adat Mojokerto beserta masyarakat Sampang Agung terpaksa ngluruk di Pabrik Bonvast Indo Sukses selama empat hari mulai hari
Jumat sampai dengan Senin (25-28 September 2020) yang beralamat di Jalan Raya Mojosari – Pacet Desa Sampang Agung Kecamatan Kuterejo Kabupaten Mojokerto.

Ketua Adat Mojopahit Kabupaten Mojokerto yang di Ketua oleh Suhartono yang biasa di sapa ki Nono, menginginkan pelaku pelecehan seksual harus di adili dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pelecehan seksual yang di lakukan oknum tenaga Asing (TKA) berjumlah 2 orang yang satu warga negara China yang ke dua Taiwan, harus segera bertanggung jawab dan harus segera di bawah ke Polres Mojokerto.

Aksi tersebut dilakukan karna sampai hari Senin 28 September 2020 pagi belum dibawah ke Poles Kabupaten Mojokerto. Spanduk dengan tulisan, “Tolong Pelecehan Seksual harus ditindak tegas dan Dewan Adat Majapahit Tidak Terima Martabat Wanita Indonesia dilecehkan”.

Dari informasi yang di dapat dugaan karyawati jadi korban pelecehan seksual pada saat sedang bekerja bahkan sempat ditawar. Masih kata Nono pihaknya melakukan pengawalan, bahkan akan menindaklanjuti dengan proses hukum yang berlaku.

Giliran Mbah Simon mengatakan pokoknya kita kawal sampai hukum di tegakkan, kita jaga bumi Indonesia, karena Indonesia berdiri juga karena Mojopahit, begitu sebaliknya Sebelum ada Mojokerto, Mojopahit sudah berdiri, kita harus menjaga bumi kita Negara Indonesia jangan mau di jajah oleh bangsa lain, harkat martabat kita harus kita jaga, termasuk pelecehan yang di lakukan warga Asing.

Sedangkan Kapolsek Kuterejo AKP. Hery Susanto, mengatakan tidak perlu anarkis, ini negara hukum, biarkan nanti hukum yang mengadili, pihaknya akan menjemput pelaku akan membawa ke Polres Mojokerto.Kasus ini menyangkut perempuan, ya akan kami limpahkan ke unit PPA (Perlindungan dan Anak),” tukasnya. (heni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng

28 April 2026 - 20:34 WIB

Developer Abal-Abal di Laporkan Polres Probolinggo Atas Dugaan Tindak Pidana Penipuan & Penggelapan

31 Maret 2026 - 11:45 WIB

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

18 Februari 2026 - 15:23 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!