Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

INTERNASIONAL

Strategi Genius Presiden The World Peace Committee, Damaikan Nagorno-Karabakh

badge-check


					Strategi Genius Presiden The World Peace Committee, Damaikan Nagorno-Karabakh Perbesar

Armenia, RepublikNews – Berkat tekanan halus Pendiri dan Presiden the World Peace Committee 202 Negara HE Mr Djuyoto Suntani pada 7 Oktober 2020 menulis Surat kepada Presiden Nagorno-Karabakh untuk memberi Kemerdekaan Nagorno-Karabakh, memancing Presiden Rusia HE Mr Vladimir Putin bereaksi langsung mengundang Menteri Luar Negeri Armenia dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan bertemu di Moskow.

“Strategi super genius dan Diplomasi Tingkat Tinggi yang dilakukan Presiden the World Peace Committee HE Mr Djuyoto Suntani yang membawa Armenia dan Azerbaijan melakukan perundingan damai,” jelas Deputi Presiden the World Peace Committee untuk Kaukasus HE Madam Susanna Gasparyan di Yereven, Armenia (10/10/2020).

“Pada pertemuan segitiga di Moskow tanggal 9 Oktober 2020 disepakati genjatan senjata. Artinya yang menggiring perdamaian perang Arnenia dengan Azerbaijan adalah Presiden the World Peace Committee HE Mr Djuyoto Suntani. Sedangkan Presiden Rusia HE Mr Vladimir Putin sebagai pelaksana,” tambah HE Madam Susanna Gasparyan yang tinggal di Yereven, Armenia.

Kendati Armenia dan Azerbaijan sudah sepakat damai dengan melakukan gencatan senjata di Nagorno-Karabakh, tapi Surat dukungan dan pengesyahan kemerdekaan dari Presiden the World Peace Committee untuk Presiden Nagorno-Karabakh, tidak pernah dicabut.

“Apalagi dalam Perundingan Damai di Moskow, Rusia tidak melibatkan Presiden Nagorno-Karabakh yang menjadi objek sengketa, konflik dan perang,” tambah Sekretaris Jenderal the World Peace Committee Prof Dr Francesco Paolo Scarciolla di Matera, Italia, Eropa (10/10/2020). @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tanpa Teks Dan Lantang Presiden Prabowo Sebut Nama & Jabatan Puluhan Tamu Negara

21 Oktober 2024 - 06:44 WIB

​Island Media Peroleh Investasi Kemitraan Strategis dari ​Juicebox, Digital Agency Berprestasi Tahun Ini di ​Australia

8 November 2023 - 20:32 WIB

AnyMind Group Berekspansi ke Korea Selatan

7 November 2023 - 15:15 WIB

Sifu Maurice Novoa: Sekarang Sang Guru dengan Warisan Wing Chun Terbanyak

20 Oktober 2023 - 15:38 WIB

Gandeng Islandia, Kolaborasi Konsultan Lokal Untuk Pengembangan Panas Bumi Negeri

9 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Trending di INTERNASIONAL
error: Content is protected !!