Butuh Sentuhan Tangan Pemerintah “Waduk Sambiroto” Puluhan Tahun Kurang Produktif

Mojokerto, RepublikNews – Waduk seluas kira-kita 6 Hektar di Desa Sambiroto Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto sudah sekitar sepuluh tahun tidak produksi untuk pengairan sawah enam desa dan tiga kelurahan.
Desa tersebut adalah Kedungmaling, Sambiroto, Klinterejo, Modongan, Wringinrejo, Karang Kedawang dan Mojoranu sedangkan Kelurahan di kota adalah Surodinawan, Blooto Kecamatan Prajurit Kulon.
Akibat dari kekeringan Waduk tersebut menyebabkan sering terjadi cekcok mulut dari beberapa juru pengairan/ tuwowo masing-masing dusun dan desa. Artinya sering terjadi adu mulut antara cuwowo desa dan dusun.
Puncak cekcok adu mulut terjadi antara para cuwowo dari beberapa desa tersebut pada hari Jumat pagi 17/10/2020 sekitar pukul 07.30 WIB, ujar Farhan warga desa Karang Kedawang dan juga tokoh LSM. AMMOR
Dua minggu sebelumnya juga terjadi cekcok adu mulut para cuwowo di Dam Gambuhan yang bersebelahan dengan warung Aris.
Akibat dari kekeringan sungai di desa-desa tersebut disebabkan pembagian air dari Dam Penewon tidak merata sehingga menyebabkan Waduk Sambiroto sangat kering dan tidak berfungsi sama sekali dan sekarang tampak ditanami pohon pisang oleh masyarakat dan rumput-rumput setinggi kira-kira dua meter.
Namun anehnya pada musim penghujan sering terjadi banjir, berarti pembagian air dari atas tidak merata.
Daerah yang sering banjir di Desa Modongan, Dusun Gambuhan dan Sasap Desa Modongan serta Dusun Mojoranu Desa Mojoranu. Banjir tersebut bisa sampai se paha orang dewasa sehingga tidak bisa dilewati kendaraan dan sangat menggangu aktifitas perekonomian masyarakat sekitar desa.
Reporter
Heni M, Biro Mojokerto Raya