Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

INVESTIGASI

Proyek DAK Ruang SDN 1 Watukebo Tanpa Pengawas Diduga Rentan Mark Up

badge-check


					Proyek DAK Ruang SDN 1 Watukebo Tanpa Pengawas Diduga Rentan Mark Up Perbesar

Banyuwangi, RepublikNews – Proyek pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi disinyalir ada manipulasi anggaran swakelola yang di peruntukkan Ruang kelas Baru.

Pasalnya, pembangunan proyek yang didapat dari Dana Anggaran Khusus (DAK) tahun 2020 untuk Ruang Kelas Baru (RKB) tersebut dikerjakan tanpa ada pengawas dan Konsultan.

Anggaran RKB tersebut menelan biaya sebesar RP. 387.000.000 dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender, dan dikerjakan sendiri oleh pihak sekolah melalui Panitia Pelaksana Sekolah (P2S).

Kepala sekolah SDN 1 Watukebo, Siti Sundari, selaku pengguna anggaran saat ditemui awak media mengatakan proyek swakelola yang anggarannya dari DAK itu sudah habis.

“Untuk pembangunan RKB dan sarana prasarananya ini anggarannya RP. 387.000.000,- sudah habis, dan itu dikerjakan oleh panitia sekolah. Anggaran ini langsung turun ke rekening khusus DAK yang dibuat oleh bendahara pelaksana, dan untuk pengambilan dana tersebut , ya kepala sekolah dan bendahara,” katanya kepada awak media.


Kepala sekolah ini terkesan kebingungan dan alergi terhadap media, ketika ditanya terkait kontruksi dan pembangunan RKB, siapa yang melakukan pengawasan dan siapa konsultan perencana dalam pembangunan RKB tersebut, Siti Sundari menyampaikan tidak ada pengawas dan tidak perlu karena di juknisnya tidak ada.

“Untuk sekarang di juknisnya tidak menggunakan pengawas atau konsultan, di sini hanya ada tim teknisi, ketua teknisi dan bendahara, sedangkan semua yang mengatur pak Ragil selaku fasilitator dari dinas untuk mengurusi mulai dari desain gambar RKB sampai belanja material,” ucapnya.

Dengan tidak adanya pengawasan dan konsultan dalam pembangunan proyek swakelola di SDN 1 Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, dan apalagi dengan habisnya anggaran semakin menguatkan dugaan adanya indikasi manipulasi anggaran.

Sementara PLT kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, saat dikonfimasi melalui Whatsappnya terkait kegiatan pembangunan Swakelola disekolah menyampaikan semua kegiatan itu ada pengawas dan konsultan.

” Ya nanti akan kita teruskan ke bidangnya karena setiap kegiatan harus ada pengawas dan konsultannya,” jawab Suratno melalui Whatsappnya dengan singkat.

Reporter: Supriadi,vKabiro Banyuwangi.

Baca Lainnya

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Proyek Pengurukan Lahan di Puri -Mojokerto Tanpa Penanggung Jawab dan K3, Urugan Diduga Tambang Ilegal

15 Desember 2025 - 15:43 WIB

Pencairan Asuransi Jiwa Tanpa Sepengetahuan Debitur, BTN Cabang Mojokerto Diduga Lakukan Maladministrasi

14 November 2025 - 19:11 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!