Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

KESEHATAN

Komite Mata Daerah Kabupaten  Tuban Periode 2019-2022 Resmi Dikukuhkan.

badge-check


					Komite Mata Daerah Kabupaten  Tuban Periode 2019-2022 Resmi Dikukuhkan. Perbesar

Tuban, RepublikNews.

Bertempat di Ruang lantai 3 Gedung Setda kabupaten Tuban,pada kamis,02/05/2019, Komite Mata Daerah Kabupaten Tuban periode 2019-2022 secara resmi dikukuhkan dan di lantik oleh Wakil Bupati Tuban Ir.H.Noor Nahar Hussein.M.Si .
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan kacamata gratis secara simbolis oleh 10 penerima, termasuk penyerahan penghargaan partisipasi aktif dalam program ISEE (Inclusif System For Effektive Eye Care) kepada 5 penerima.

Dalam acara yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban tersebut, dihadiri Komite Mata Nasional (KOMATNAS) Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Yayasan Paramitra Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Direktur RSUD Dr.R.Koesma Tuban,,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Kepala Bappeda kabupaten Tuban,serta sekitar 80 undangan dari berbagai instansi.

“Selamat kepada segenap anggota KOMATDA yang baru saja dilantik, semoga dapat melaksanakan tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya, berdasarkan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 15 Provinsi secara statistik mencerminkan keadaan prevalensi gangguan penglihatan secara nasional ada 3%.
“Jawa Timur menempati peringkat pertama untuk tingginya prevalensi kebutaan sebanyak 4,4 persen.” kata Noor Nahar.

Kabupaten Tuban telah melakukan intervensi pada 11 Puskemas. Baik dalam Peningkatan Kapasitas SDM layanan tentang kesehatan mata (Katarak dan Refraksi), dan  alat penunjang sederhana untuk screening mata dan 4 set trial lense bagi 4 Puskesmas yang terpilih.

Sudah diserahkan juga satu  paket katarak set untuk RS NU dan RS Muhammadiyah.  Juga dilakukannya pelatihan dan mengelola kader perawat mata/cen sebanyak 222 kader. Mereka  dari 110 desa di bawah wilayah 11 Puskesmas intervensi.

Sedangkan di ranah pendidikan juga dilatih 55 guru dari SMP/MTS oleh cen dan dokter, dimana saat ini guru mulai berproses untuk melakukan screening ketajaman mata pada siswanya. Hal ini sebagai bentuk memperkuat system, dan mendorong tentang pentingnya institusi independen yang peduli terhadap gangguan penglihatan.

Wabup berharap di tahun 2019 ada kegiatan yang sifatnya melanjutkan pembentukan KOMATDA. Pembentukannya bisa melibatkan Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD dan Institusi Pendidikan Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Tuban, dr. Bambang Priyo Utomo, mengatakan, tujuan dibentuknya KOMATDA untuk menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan terutama penanggulangan katarak. Mengingat masih menjadi masalah banyak orang terutama di daerah yang sulit di jangkau dan tidak memiliki akses pelayanan kesehatan mata,penanggulangan gangguan kesehatan mata tidak hanya dapat dilakukan pemerintah, tetapi diperlukan kontribusi aktif dari lembaga-lembaga swasta, dan organisasi profesi.

Windu Budiati.SKM , Koordinator Bidang Pencegahan Komatda Tuban pada RNews Tuban menyampaikan ,
” Komite Mata Daerah mempunyai tugas melakukan sosialisasi dan advokasi penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan, memberikan masukan kepada dinas atau instansi terkait untuk percepatan penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan terutama penanggulangan katarak, kelainan refraksi dan Low Vision,mengkoordinasikan pelaksanaan penanggulangan dengan pemerintah daerah, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat dan membantu monitoring serta evaluasi pelaksanaan kegiatan penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah Daerah dan masyarakat.” terang Windu Budiati.(@nt).

Baca Lainnya

Cara Menghilangkan Benjolan di Leher Kiri

9 November 2024 - 10:22 WIB

Ciri-Ciri Bau Badan, Jangan Sampai Tak Sadar!

6 November 2024 - 15:35 WIB

Clixid Obat Apa? Cek Manfaat dan Cara Kerjanya

31 Oktober 2024 - 15:56 WIB

Kedutan di Pipi Kanan Atas Artinya Apa? Ini Menurut Medis!

31 Oktober 2024 - 13:49 WIB

Suntik KB 3 Bulan Tapi Tidak Menstruasi Apakah Bisa Hamil?

23 Oktober 2024 - 18:57 WIB

Trending di KESEHATAN
error: Content is protected !!