Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Wisata Jati Yang Lagi Di Rintis KPH Padangan Akan Menjadi Destinasi Baru Di Bojonegoro

badge-check


					Wisata Jati Yang Lagi Di Rintis KPH Padangan Akan Menjadi Destinasi Baru Di Bojonegoro Perbesar

Bojonegoro, RepublikNews – Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Padangan Bojonegoro yang semula tidak ada tempat wisata, di bawah pimpinan Administratur (ADM), Wisik Sugiarto, akan mempunyai 3 tempat wisata di satu kawasan.

“Berawal dari KPH Padangan, satu satunya KPH di Jawa Timur tidak ada tempat wisata, akhirnya kita akan membuat wisata perintis. Dua hari ini Tim perancangan dari Divre Jawa Timur datang ke lokasi tempat yang akan dijadikan wisata. Wisata pertama adalah Jati Monumen,  Agrowisata, dan pasar Cinderamata,” ujar Wisik didampingi oleh Waka ADM Padangan, Norimanudin, di kantor KPH Padangan, Rabu (22/9/2021) malam.

Wisik juga menerangkan, keunikan dari wisata Jati Monumen adalah terdapat satu pohon kayu jati yang paling besar diantara kayu jati lainnya, kayu jati besar tersebut berdiameter 557 cm yang ditanam tahun 1857. Sedangkan Agrowisata akan ada petik pepaya besar California yang diberi nama Gandrung Kates. Dan pasar Cinderamata yang akan ada berbagai cinderamata khas Bojonegoro.

“Pendirian 3 tempat wisata perintis yang diberi nama Bosetak (singkatan dari desa Boti dan desa Sekar) kerjasama Tripatrit antara KPH Padangan, LMDH, dan BUMDes. Dan Lokasi Hutan Jati Monumen terletak di BKPH Kaliaren Barat, RPH Kaliaren, desa Malingmati, kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, dengan luas 99,5 Ha,” ujar Wisik.

“Lokasi menuju Hutan Monumen ini sangat eksotik, khas hutan jati Pulau Jawa. Jalan yang berkelok-kelok dan bentang alam yang relatif landai serta beragam jenis tumbuhan dan hewan, menambah lengkap mata rantai kehidupan sehingga ke depan sangat cocok dijadikan sebagai tempat wisata ilmiah,” pungkas Wisik.

Perlu diketahui, Konon pada masa kolonial Belanda tahun 1857, hamparan pohon jati di wilayah KPH Padangan dibatasi/ dipagari dengan kawat berduri yang kemudian oleh penduduk setempat disebut Hutan Pagar Kawat.

Di sekitar daerah ini pula pernah digunakan para pendekar / jawara untuk bersemedi, tempatnya diatas batu besar yang terletak di tepi sungai yang mengalir sepanjang musim.

Sampai sekarang di atas batu besar tersebut terdapat bekas tubuh manusia yang sedang bersemedi. Tak jauh dari berdirinya pohon jati besar tersebut terdapat pula sebuah makam tua yang dinamakan Pertapan.

Dengan keunikan akan wisata baru di inisiasi ADM Padangan, Wisik Sugiarto, akan menambah keanekaragaman wisata yang dimiliki Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yang dipimpin Karuniawan Purwanto Sanjaya. Dan akan menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat untuk dikunjungi. @red.

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!