Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

ADVETORIAL

Stunting Pembahasan Penting Kepala BKKBN Dengan Bupati Bangkalan

badge-check


					Stunting Pembahasan Penting Kepala BKKBN Dengan Bupati Bangkalan Perbesar

Bangkalan,Republiknews- Kepala BKKBN Dr. (H.C) Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) didampingi Kaper BKKBN Jatim, Drs. Maria Ernawati, M.M., melakukan kunjungan guna membahas secara khusus pelaksanaan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting dengan Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron. Kamis (20/1/2022).

Ada 3 hal penting yang dititipkan Kepala BKKBN Hasto kepada Bupati Bangkalan terkait stunting. Pertama, dengan mempersiapkan kelahiran mulai dari calon pengantin, salah satunya dengan memastikan ibu tidak kekurangan gizi dan tidak anemia.

“Hal ini termasuk dalam tahapan prekonsepsi atau penyiapan sel sperma dan sel telur agar benar-benar berkualitas untuk menghasilkan janin yang berkualitas juga,” jelas Hasto.

Hasto menjelaskan, program lain dalam rangka percepatan penurunan stunting yang kedua adalah DAHSAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) melalui pemanfaatan sumber pangan lokal yang perlu terus digaungkan dengan menyasar keluarga-keluarga beresiko stunting.

Yang ketiga, BKKBN membentuk Tim Pendamping Keluarga untuk melakukan pendampingan keluarga beresiko stunting, dimana hasilnya dapat dipantau dengan aplikasi ELSIMIL (aplikasi siap nikah dan hamil).

Lebih lanjut dr. Hasto menyampaikan setiap tahun terdapat alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten/ Kota dalam bentuk BOKB (Bantuan Operasional KB) dan DAK (Dana Alokasi Khusus).

“Ini untuk memudahkan pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten /Kota. Dengan harapan angka stunting bisa menurun secara signifikan. Program – program ini harapan kami dapat dikawal sehingga efektif dan tepat sasaran” harap dr. Hasto.

Di tempat yang sama, Bupati Bangkalan yang didampingi Ketua TP PKK Bangkalan merespon positif maksud kunjungan Kepala BKKBN.

“Permasalahan stunting ini memang perlu bersama-sama dalam penggarapannya, kami menyambut baik dukungan dari BKKBN. Angka stunting di Bangkalan juga cukup tinggi, mudah-mudahan dengan semua program yang telah dan akan dilaksanakan angka stunting di Bangkalan bisa berangsur menurun,” ungkap Latif.

Di akhir pertemuan tersebut, Dr. Hasto juga berpesan stunting juga sangat dipengaruhi oleh spacing atau birth to birth interval.

“Jika jarak kelahiran terlalu dekat angka stunting cenderung tinggi. Jika ingin memiliki anak lebih dari dua, perhatikan jaraknya, minimal 2 tahun sehingga anak tidak mengalami stress dan tercukupi asupannya,” pungkas Hasto. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!