Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

INVESTIGASI

Bantuan JUT DTPHPKP Kabupaten Magetan, Dipertanyakan…! 

badge-check


					Bantuan JUT DTPHPKP Kabupaten Magetan, Dipertanyakan…!  Perbesar

Magetan RepublikNews – Masyarakat Desa Cileng Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Jawa Timur, pertanyakan turunnya proyek JUT dari Dinas TPHPKP yang belum terealisasi hingga saat ini. Padahal menurut pemerintah desa setempat, bantuan proyek jalan usaha tani tersebut telah di ajukan sejak 2018 yang lalu.

“Sudah di ajukan beberapa tahun yang lalu mas, dan juga sudah ada survey. Memang saat itu katanya di pending dengan alasan refocusing tapi sampai sekarang juga belum turun. Sementara masyarakat berkali kali menanyakan kepada pihak Pemerintah Desa maupun Gapoktan terkait kebenaran turunnya proyek tersebut”. Kata Sukadi Ketua Kelompok Tani Dukuh Jurang Banteng Desa Cileng.

Lanjutnya, “Sebenarnya jalan usaha tani yang di harapkan tersebut, bisa menyambung pembangunan dan pembukaan jalan baru yang di danai dari swadaya masyarakat”.

Diketahui, jalan sepanjang 2,5 kilometer yang juga menjadi jalan alternatif antara Dusun Jurang Banteng Ke Dusun Kritik tersebut menurut beberapa yang di temui akan sangat mempermudah akses pengangkutan hasil pertanian warga dari puluhan hektar lahan yang ada.

Dari pantau awak Republik News dari beberapa warga setempat, sebelum adanya “buka jalan dengan alat berat”, dulunya jalan yang di lewati adalah jalan setapak, licin, serta bahaya (terjal, curam). Lokasinya sebelah dari jalan yang sudah di buka dengan pengerjaan swadaya masyarakat.

“Sak derenge dalan niki di bego, wau’ne liwat mriki, sengsoro mas, liwat terowongan, jeru. Nggeh pengene sekecone di bantu, nek angsal dalan di tlasah utowo di cor ngoten, harapane warga mriki. Yang dalam bahasa Indonesia, “Sebelum jalan ini di bego, dulunya kita lewati sengsara mas, lewat terowongan dan dalam. Pengennya kita di bantu, kalau ada jalan di ratakan atau di cor, harapan warga di sini, “Kata Sarbi salah satu warga desa setempat.

Sampai berita ini di turunkan Media Republik News belum berhasil meminta klarifikasi kepada Dinas terkait hal tersebut. (iw) Bersambung…..

Baca Lainnya

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Proyek Pengurukan Lahan di Puri -Mojokerto Tanpa Penanggung Jawab dan K3, Urugan Diduga Tambang Ilegal

15 Desember 2025 - 15:43 WIB

Pencairan Asuransi Jiwa Tanpa Sepengetahuan Debitur, BTN Cabang Mojokerto Diduga Lakukan Maladministrasi

14 November 2025 - 19:11 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!