Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BERITA UTAMA

PT Panglima Expres MoU Bersama Batik dan Lion Air Berangkatkan Umroh di Mekkah

badge-check


					PT Panglima Expres MoU Bersama Batik dan Lion Air Berangkatkan Umroh di Mekkah Perbesar

Surabaya, RepublikNews – PT. Panglima Expres kembali menerbangkan pelanggannya ke Mekkah Madinah. Untuk penerbangan bekerjasama dengan Batik Air dan Lion Air, menyiapkan 18 Flight. Setiap Minggu terbang 4 kali, dengan Fasilitas Umroh yang memuaskan. Perdana, mulai tanggal 14 nanti penerbangan dari Surabaya langsung ke Madinah. Sebelumnya, perjalanan Umroh dari Surabaya transit ke Jakarta lebih dahulu. Hal ini disampaikan oleh H. Mohammad Muhibin Billah

“Kita satu Minggu itu 4 pesawat, itu sudah MoU dengan Panglima Expres. Untuk jama’ah yang tertunda kemarin sudah habis. kami berangkatkan,” tutur H. Mohammad Muhibin Billah, Owner PT. Panglima Expres.

Disinggung pandemi, hukum alam berlaku. Di Saudi tidak semua hotel bisa ditempati. Dari ratusan hotel hanya 30persen yang terakreditasi. Karena ada sistem akreditasi. Boleh dibuka asalkan memenuhi syarat.

“Untuk karantina di Saudi sudah dihapus, namun hotel naik. Di Mekkah Madinah, Hotel yang lolos terakreditasi berlomba untuk menaikkan harga,” jelasnya.

Soal Harga, Muhibbin menjelaskan, sebelum Covid harga sekisaran Rp. 20-25 Juta. Setelah ada Covid harga di antara Rp. 30 Juta.

“Harga Umroh standart masih diangka 30 juta dengan paket 12 hari,” ujarnya.

Lanjut Muhibbin. Untuk syarat Umroh, memenuhi syarat dari Kementerian Agama (Kemenag). Syarat dari pemerintah wajib vaksin 1 dan 2.

“Ini koneksi dengan sistem Kementerian Agama (Kemenag). Jika tidak ada syarat vaksin maka dipastikan tidak bisa berangkat. Sebab tidak terbaca datanya,” ungkapnya.

Untuk pemberangkatan menurut Muhibbin, kami punya pesawat 1 Minggu 4 kali. Khusus untuk penumpang dari Panglima. Kami bekerjasama dengan Batik Air dan Lion Air. Baik full Paket maupun tidak.

“Kami sudah memberangkatkan 4309 berangkat umroh. Untuk tanggal 14 Maret kami berangkat dari Surabaya langsung ke Madinah, tidak ada transit lagi. Untuk sekali keberangkatan kami sejumlah 400 penumpang,” terangnya.

Muhibbin juga menghimbau, kami sarankan kepada masyarakat yang tertunda atau belum berangkat umrohnya. Segera ke travel dimana dia mendaftar untuk pemberangkatan.

“Tidak ada alasan ditunda, tidak ada kerugian di masa pandemi. Tidak perlu menunggu New Normal. Yang ada perputaran keuangan yang tertunda. Tidak ada penundaan ataupun halangan pemberangkatan,” pungkasnya. (Dd)

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

25 Desember 2025 - 14:23 WIB

Terkait Tanah Urug Lahan, DLH Mojokerto Tegaskan Pengembang Wajib Gunakan Material Legal

17 Desember 2025 - 15:18 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!