Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

ADVETORIAL

Perhutani Sosialisasi di Stakeholder Tentang Pengembangan ATM

badge-check


					Perhutani Sosialisasi di Stakeholder Tentang Pengembangan ATM Perbesar

Bojonegoro,Republiknews– Program ATM (Agroforesty Tebu Mandiri) Perhutani KPH Bojonegoro di kawasan hutan di Desa Pandantoyo, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, yang semula ditolak kini di dukung masyarakat.

Hal itu disampaikan salah satu anggota LMDH Ngudiharjo yang juga penggarap hutan asal Pandantoyo bernama Lasimin (53). “Sebelum ada penjelasan dari Perhutani, awalnya memang kita menolak, karena kami takut kehilangan mata pencaharian,” kata Lasimin.

Lasimin mengaku pernah menjadi motor penggerak LMDH bersama sebuah LSM karena iming-iming lahan perhutani yang dikelolanya akan mendapatkan sertifikat hak milik. Namun setelah paham, ia mengaku berbalik arah dan tidak meneruskan kegiatannya serta sepakat akan mengikuti program ATM Perhutani.

Sementara itu, Sujud (45) petani hutan terdampak program ATM, mengetahui lahan yang dikelolanya adalah milik negara, apabila pemerintah mempunyai program tentu tidak bisa menolak. “Yang penting kita bisa terus bekerja, tanah yang biasa kita kerjakan jika diganti Tebu kita mendapatkan ganti lahannya,” ujarnya.

Ahmad Basuki Kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Hutan Propinsi Jawa Timur, dalam pertemuan antara Perhutani, Polsek Temayang dan Kades Pandantoyo, menerangkan bahwa program ATM merupakan upaya pemerintah dalam mendukung program ketahanan gula, melalui optimalisasi kawasan hutan.

“LMDH yang selama ini sudah mengelola lahan hutan akan ganti dengan lahan yang lain sehingga mata pencaharian mereka tetap bisa berjalan,” terang Ahmad Basuki.

Ia mengatakan program ATM akan membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat desa hutan. “Program Agroforestry dengan komoditas Tebu ini jika telah dipanen, kelompok tani hutan masih akan mendapatkan sharing profit hingga sebesar 10 persen dari laba bersih hasil panen,” terangnya.

“Ada juga bantuan sosial bagi kelompok petani terdampak sebesar Rp 1 juta yang di rupakan usaha lainnya, misalnya ternak kambing dan sebagainya yang diharapkan bisa terus berkembang,” tuturnya.

Perlu diketahui, beberapa hari lalu terjadi penolakan program ATM oleh warga sekitar hutan. Warga tersebut melakukan demo diduga belum memahami program ATM yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. @red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!