Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Perhutani Sosialisasi di Stakeholder Tentang Pengembangan ATM

badge-check


					Perhutani Sosialisasi di Stakeholder Tentang Pengembangan ATM Perbesar

Bojonegoro,Republiknews– Program ATM (Agroforesty Tebu Mandiri) Perhutani KPH Bojonegoro di kawasan hutan di Desa Pandantoyo, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, yang semula ditolak kini di dukung masyarakat.

Hal itu disampaikan salah satu anggota LMDH Ngudiharjo yang juga penggarap hutan asal Pandantoyo bernama Lasimin (53). “Sebelum ada penjelasan dari Perhutani, awalnya memang kita menolak, karena kami takut kehilangan mata pencaharian,” kata Lasimin.

Lasimin mengaku pernah menjadi motor penggerak LMDH bersama sebuah LSM karena iming-iming lahan perhutani yang dikelolanya akan mendapatkan sertifikat hak milik. Namun setelah paham, ia mengaku berbalik arah dan tidak meneruskan kegiatannya serta sepakat akan mengikuti program ATM Perhutani.

Sementara itu, Sujud (45) petani hutan terdampak program ATM, mengetahui lahan yang dikelolanya adalah milik negara, apabila pemerintah mempunyai program tentu tidak bisa menolak. “Yang penting kita bisa terus bekerja, tanah yang biasa kita kerjakan jika diganti Tebu kita mendapatkan ganti lahannya,” ujarnya.

Ahmad Basuki Kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Hutan Propinsi Jawa Timur, dalam pertemuan antara Perhutani, Polsek Temayang dan Kades Pandantoyo, menerangkan bahwa program ATM merupakan upaya pemerintah dalam mendukung program ketahanan gula, melalui optimalisasi kawasan hutan.

“LMDH yang selama ini sudah mengelola lahan hutan akan ganti dengan lahan yang lain sehingga mata pencaharian mereka tetap bisa berjalan,” terang Ahmad Basuki.

Ia mengatakan program ATM akan membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat desa hutan. “Program Agroforestry dengan komoditas Tebu ini jika telah dipanen, kelompok tani hutan masih akan mendapatkan sharing profit hingga sebesar 10 persen dari laba bersih hasil panen,” terangnya.

“Ada juga bantuan sosial bagi kelompok petani terdampak sebesar Rp 1 juta yang di rupakan usaha lainnya, misalnya ternak kambing dan sebagainya yang diharapkan bisa terus berkembang,” tuturnya.

Perlu diketahui, beberapa hari lalu terjadi penolakan program ATM oleh warga sekitar hutan. Warga tersebut melakukan demo diduga belum memahami program ATM yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. @red

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!