Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BUDAYA

DESA JERUKGULUNG GELAR NYADRANAN

badge-check


					DESA JERUKGULUNG GELAR NYADRANAN Perbesar

Madiun,Republiknews-budaya merupakan kekayan peninggalan para leluhur yang patut untuk di lestarikan serta di jaga, agar nilai nilai budaya ini tidak akan hilang ataupun punah , diera globalisasi dan digitalisasi ini merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hilangnya keanekaragaman budaya lokal maupun daerah, di karenakan dengan mudahnya budaya asing masuk di masa yang serba canggih dan mudah ini oleh sebab semua pihak wajib untuk menjaga sekaligus mempertahankan budaya budaya asli indonesia ini.

Dalam menjaga sekaligus melestarikan budaya asli indonesia , Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Madiun, Jawa timur, bersama masyarakat kompak dalam upaya pelestarian budaya adat istiadat ,yang saat ini masih terjaga dan juga di pertahankan yang berada di desa jerukgulung ini.

Dalam upaya ini Pemerintah desa dan juga masyarakat desa jerukgulung menggelar kegiatan budaya bersih desa atau nyadaran setiap tahunya Kamis, 28/Juli/2022 , nyadran/bersih desa merupakan berserah diri kepada sang pecipta dan wujud syukur yang telah diberikan keselamatan dan Rezeki untuk warga masyarakat desa itu sendiri  serta mendoakan para leluhur dan juga pahlawan yang telah berjasa dalam menjaga bumi pertiwi Republik Indonesia ini.

Heru Setyo Busono Kepala Desa Jerukgulung menyampaikan terkait kegitan budaya bersih desa ini,.”kegiatan bersih desa/nyadran ini di awali dengan selamatan dan doa bersama yang berlokasi Punden Dusun Juruk tempat makam leluhur atau tokoh pendiri desa jerukgulung yang bernama “Eyang Dono sari” yang lahir tanggal 13 robiul awal 1200 masehi hari kemis legi” kata nya

Heru Setyo Busono juga menjelaskan “Tradisi genduri atau doa bersama di punden maupun tempat yang di keramatkan ini merupakan adat istiadat bagi masyarakat yang masih melekat disaat acara Sedekah bumi atau bersih desa dan selalu di iringi seni budaya tarian jawa atau langen beksan yang terdiri dari Gamelan Gong lengkap dan penarinya atau Kledek.” Jelasnya

Heru juga menambahkan kegitan bersih desa ini,  juga memiliki maksud dan tujuan untuk menjaga kerukunan, kekompakan gotongrong antar warga masyarakat desa jerukgulung, hal ini juga di sambut antusias oleh masyarakat desa jerukgulung ini.

“saya berharap kekompakan serta kerukunan ini akan tetap terjaga dan semoga dengan di gelarnya bersih desa ini  desa jerukgulung terhindar dari musibah dan semoga kita semua khususnya warga masyarakat desa jerukgulung ini di berikan keselamatan rezeki yang melimpah” tutupnya.

Baca Lainnya

Hanoman Obong, Semarakkan HUT Ke 80 Republik Indonesia

24 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Penanaman 294 Pohon Alpukat dalam Program Gabung Aksi LindungiHutan di Semarang

8 Maret 2024 - 16:36 WIB

Pertunjukan ‘The Beauty of China’ Sukses Awali Tahun Baru Imlek

19 Februari 2024 - 10:11 WIB

Pemdes Kupang Adakan Sedekah Bumi Untuk Melestarikan Adat Jawa

17 Februari 2024 - 17:58 WIB

BAYWALK MALL RAYAKAN TAHUN NAGA KAYU DENGAN MENGGELAR EVENT “THE GLORIOUS ORIENTAL” ACARA TAHUN BARU IMLEK SPEKTAKULER DI JAKARTA

29 Januari 2024 - 18:08 WIB

Trending di BUDAYA
error: Content is protected !!