Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

ADVETORIAL

“Gelar Dua Tempat” Di Ritual Bersih Desa Bangunasri, Barat

badge-check


					“Gelar Dua Tempat” Di Ritual Bersih Desa Bangunasri, Barat Perbesar

Magetan, RepublikNews – Ritual bersih desa yang di gelar di dua Dukuh Desa Bangunasri Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Jawa Timur merupakan ritual bersih desa yang di yakini sebagai sesepuh atau dayang desa.

Adapun tujuan dari pelaksanaan tersebut tak lain untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan juga untuk memohon perlindungan kepada dayang sebagai penjaga desa dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaan yang di gelar di dua dukuh tersebut adalah Dukuh Blimbing RT 6,7,8,9 RW 2 dan Dukuh Bombong di RT 1,5 RW 1. Sebagaimana hal tersebut di sampaikan Wiyono selaku Kepala Desa Bangunasri waktu ditemui awak Republik News di sela acara pada Sabtu (10/9/2022) sore.

Diterangkan bahwasanya pelaksanaan dari rangkaian acara ritual bersih desa yang di gelar, pelaksanaan pertamanya di Dukuh Blimbing, dan selanjutnya di akhir puncak acara di Dukuh Bombong.
“Dari pelaksanaan ritual bersih desa yang di gelar di dua dukuh tersebut semua pelaksanaan sama. Dari do’a bersama, tasyukuran dan di teruskan dengan hiburan “gambyong” dari seni tari Langen Mbekso, “terang Kepala Desa Bangunasri di sela acara.

Di jelaskan pula, dalam keyakinan warga masyarakat desanya yang masih memegang teguh nilai nilai budaya leluhur dan juga sangat memperhatikan kearifan nilai budaya lokal. Yang artinya dalam hal ini di setiap tahunnya di bulan dan hari tertentu pelaksanaan bersih desa harus di selenggarakan, tak lain untuk mendapatkan ridho dari Allah swt dan juga guna menolak bala dari hal-hal negatif yang tidak diinginkan.

“Ini sudah tradisi turun-temurun di tiap tahunnya. Dan di harapkan dari semua kegiatan acara ritual bersih desa yang kita adakan ini semoga menjadi simbol agar desa kami menjadi aman, makmur, sejahtera dan sentosa, “ungkap Wiyono di akhir pembicaraan.

Perlu diketahui dari semua pelaksanaan acara bersih desa yang di gelar di dua dukuh tersebut, lancar dan tidak ada kendala dalam pelaksanaan. Dan juga masyarakat yang datang penuh semangat dan antusias dalam mengikuti jalannya di ke dua tempat bersih desa yang di gelar. (w.i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!