Magetan, RepublikNews – Ritual bersih desa yang di gelar di dua Dukuh Desa Bangunasri Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Jawa Timur merupakan ritual bersih desa yang di yakini sebagai sesepuh atau dayang desa.
Adapun tujuan dari pelaksanaan tersebut tak lain untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan juga untuk memohon perlindungan kepada dayang sebagai penjaga desa dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pelaksanaan yang di gelar di dua dukuh tersebut adalah Dukuh Blimbing RT 6,7,8,9 RW 2 dan Dukuh Bombong di RT 1,5 RW 1. Sebagaimana hal tersebut di sampaikan Wiyono selaku Kepala Desa Bangunasri waktu ditemui awak Republik News di sela acara pada Sabtu (10/9/2022) sore.

Diterangkan bahwasanya pelaksanaan dari rangkaian acara ritual bersih desa yang di gelar, pelaksanaan pertamanya di Dukuh Blimbing, dan selanjutnya di akhir puncak acara di Dukuh Bombong.
“Dari pelaksanaan ritual bersih desa yang di gelar di dua dukuh tersebut semua pelaksanaan sama. Dari do’a bersama, tasyukuran dan di teruskan dengan hiburan “gambyong” dari seni tari Langen Mbekso, “terang Kepala Desa Bangunasri di sela acara.
Di jelaskan pula, dalam keyakinan warga masyarakat desanya yang masih memegang teguh nilai nilai budaya leluhur dan juga sangat memperhatikan kearifan nilai budaya lokal. Yang artinya dalam hal ini di setiap tahunnya di bulan dan hari tertentu pelaksanaan bersih desa harus di selenggarakan, tak lain untuk mendapatkan ridho dari Allah swt dan juga guna menolak bala dari hal-hal negatif yang tidak diinginkan.
“Ini sudah tradisi turun-temurun di tiap tahunnya. Dan di harapkan dari semua kegiatan acara ritual bersih desa yang kita adakan ini semoga menjadi simbol agar desa kami menjadi aman, makmur, sejahtera dan sentosa, “ungkap Wiyono di akhir pembicaraan.
Perlu diketahui dari semua pelaksanaan acara bersih desa yang di gelar di dua dukuh tersebut, lancar dan tidak ada kendala dalam pelaksanaan. Dan juga masyarakat yang datang penuh semangat dan antusias dalam mengikuti jalannya di ke dua tempat bersih desa yang di gelar. (w.i)














