Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

PENDIDIKAN

Pancasila Dan Bhineka Tunggal Ika: Landasan Utama Cakap Digita

badge-check


					Pancasila Dan Bhineka Tunggal Ika: Landasan Utama Cakap Digita Perbesar

SURABAYA,Republiknews.id – Indonesia makin cakap digital terus digaungkan oleh pemerintah. Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, pemerintah menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital, bertempat di Diamond Room Grand City Surabaya, Senin (31/10/2022).

Menteri Kominfo RI, Johnny G. Plate, membuka kegiatan Literasi Digital tersebut secara daring, di hadapan para narasumber dan 500-an peserta yang datang dari SMA Dr. Soetomo Surabaya.
Johnny G. Plate mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki era digital yang perlu didorong oleh talenta digital yang andal dan mumpuni.
“Perpaduan antara technical skills dengan soft skills akan melahirkan kecakapan yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0,” ujarnya.
Johnny Plate menambahkan, perpaduan tersebut meliputi technical skills yang dikenal dengan nama DABC Development, Artificial Intelligence, Big Data, Clouds Computer, dan didukung oleh soft skills 4C (Critical thingking, Creativity, Collaboration dan Communication).
“Peluang kecakapan digital tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal. Mengingat kita memiliki SDM yang besar, “imbuh Menkominfo.
Oleh karena itu, tambah Johnny G. Plate, dibutuhkan penyiapan SDM yang andal, produktif, dan berdaya saing tinggi sebagai kunci utama bagi terlaksananya transformasi digital nasional.
Kegiatan hybrid Literasi Digital 2022 di Surabaya tersebut juga dihadiri Dirjen Aptika (Aplikasi Informatika) Kementerian Kominfo, Samuel A. Pangerapan, serta narasumber dari dosen-dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya(Stikosa-AWS), yang dijuluki kampus media digital.
Tampil sebagai narasumber antara lain Meithiana Indrasari, dosen sekaligus Ketua Stikosa-AWS, Eko Pamuji, dosen dan sekaligus Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, M. Adhi Prasnowo, E. Rizky wulandari, dan Muhajir Shultonul Azis, Ketua Relawan Teknologi Informatika dan Komunukasi (RTIK) Surabaya.

Meithiana mengatakan kehadiran Stikosa-AWS memiliki peran penting dalam program makin cakap digital dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo. Selain memiliki kesamaan visi dan misi dalam program literasi digital, para dosen yang menjadi narasumber merupakan instruktur nasional Kementerian Kominfo RI.
Dalam kegiatan literasi digital bertema “Tips dan Trik Cara Membuat Konten yang Menarik”, Meithiana berpesan pada para peserta, untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam bermedia sosial, baik dalam pembuatan konten maupun saat membagikan konten digital. Bahkan ketika konten yang diunggah dihapus secara permanen, rekam jejak digital akan bersifat permanen. Konten-konten yang diunggah secara sembrono, berpotensi melanggar khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Oleh karena itu, jadikan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan utama nilai-nilai kecakapan digital masyarakat Indonesia, yang semestinya selalu kita angkat dan kita terapkan di ruang digital,” imbau Meithiana.
Program Literasi Digital 2022 dari Kementerian Kominfo, terbagi dalam beberapa segmen. Yaitu Segmen Keagamaan, Komunitas, dan Pendidikan. Kegiatan literasi makin cakap digital di lingkungan pendidikan diikuti siswa-siswi SD hingga SMA beserta para gurunya.
M.Irfan, Direktur Perlian, vendor penyelenggara kegiatan mengatakan, pihaknya telah berhasil memenuhi target 150 ribu peserta literasi digital dari beberapa event yang diselenggarakannya secara online maupun hybrid, di Jawa Timur.

“Program literasi digital ini dilakukan secara masif oleh Kementerian Kominfo dengan menggunakan dana APBN yang sangat besar. Angka yang sudah dikeluarkan, mudah-mudahan bisa terkonversi menjadi bekal anak-anak bangsa masa depan. Sehingga materi-materi yang disiapkan dan disampaikan para narasumber, dapat menjadi tools bagi peserta, untuk menghadapi dan menyongsong tantangan di era transformasi digital sekarang dan masa mendatang,” pintanya.

Kegiatan hybrid literasi digital tersebut, juga menghadirkan pelaku konten kreator muda serta influencer media sosial, untuk berbagi tips dan trik konten-konten viral yang menghasilkan “cuan” yang menggiurkan. Peserta tidak hanya mendapatkan literasi tentang konten-konten media sosial yang positif, namun juga mampu menjadi sumber penghasilan yang produktif.

(Hrs)

Baca Lainnya

Pelaksanaan PKPA DPC PERADI SAI SIDOARJO RAYA Mencetak Advokat Profesional Dan Berintegritas

26 April 2025 - 20:07 WIB

Najwaa Alyaa Priyanti: Jembatan Pengetahuan Dari Mahasiswa untuk Mahasiswa di Dunia Digital

24 Oktober 2024 - 14:06 WIB

Proyek Lokavita Milik Siswa Sekolah BINUS Buka Akses Pendidikan Berkualitas dan Pemberdayaan Ekonomi di Bantar Gebang

18 Oktober 2024 - 11:45 WIB

Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry: Perempuan Boleh Kok Jadi Pemimpin

24 Juli 2024 - 20:39 WIB

Coach Priska Sahanaya Ungkap Rahasia Impactful Public Speaking yang Menginspirasi di SMA Bunda Hati Kudus

1 Juli 2024 - 21:17 WIB

Trending di IPTEK
error: Content is protected !!