Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

NASIONAL

Hibah Lukisan QR Art di Pesantren Tebuireng

badge-check


					Hibah Lukisan QR Art di Pesantren Tebuireng Perbesar

JOMBANG,Republiknews.id – Badan Wakaf Pesantren Tebuireng (BWPT) menerima lukisan QR Art karya seniman teknologi Doddy ‘Mr D’ Hernanto. Lukisan digital bergambar Hadratussyech KH Hasyim Asyari dan Gus Dur tersebut diterima langsung oleh Ketua BWPT, KH. Abdul Halim Mahfudz atau Gus Im di Gedung Yusuf Hasyim lantai 2, Kamis 29/12 2022.

Yang menarik, kedua lukisan tersebut jika di scan akan muncul rekam jejak kedua tokoh nasional tersebut dan disetiap goresan tersisip lafad asmaul husna. Maka tak heran jika dalam pembuatan dua karya ini membutuhkan waktu yang lama. “Ini karya saya satu-satunya di dunia. Bahkan saya sendiri juga tidak bisa membuat ulang karena disetiap goresan tersisip lafal asmaul husna sebagai watermark“ ujar Mr D, yang mengaku pengagum berat kedua tokoh tersebut.

Dalam kata sambutannya, Gus Im sangat menyambut baik kehadiran teknologi digital dan bertemu dengan orang orang yang mempunyai keahlian digital yang langka di pesantren. Hal ini tentu akan meningkatkan kinerja dan performance pesantren. Apalagi penglolaan wakaf itu harus dikelola secara transparan. Dengan adanya teknologi digital, semua bisa dilihat secara gamblang mulai dari data base hingga peta penggunaan wakaf bisa diakses secara langsung.

Gus Im berharap keahlian-keahlian ini akan membantu dan memfasilitasi nilai-nilai yang ada di pesantren agar bisa tersampaikan kepada publik. Bahkan bisa menjadi rumah literasi digital pesantren. Jadi masyarakat bisa tahu hal-hal yang ada dipesantren dan sebaliknya pesantren juga tahu perkembangan teknologi, ujar Gus Im.

“Karena pesantren ini institusi yang tua, bahkan lebih tua dari Indonesia. Namun, sejauh ini belum banyak hal-hal baik yang bisa diekspose ke luar. Saya sangat bersyukur, bahkan saya tadi telah melihat dan mempraktekan sediri cara kerjanya ,” imbuhnya.

Ikut hadir dalam hibah lukisan QR Art tersebut Hadi Wardoyo selaku penggagas Kawung Innovation yang mewadahi inovasi karya anak bangsa , Sri Widji Wahyuning Utami dari Times Indonesia dan Puguh Iryantoro Dewan Pengawas BWPT.

(@Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi !

12 Februari 2026 - 14:46 WIB

Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

12 Februari 2026 - 10:46 WIB

Negara Alami Kerugian Akibat Modus Rahasia Perusahaan dan Lemahnya Kontrol Kementerian

12 Februari 2026 - 09:52 WIB

Negara Turun Tangan, Satgas Saber Kawal Harga Pangan Jelang Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri 2026

5 Februari 2026 - 15:42 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!