Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

NASIONAL

Hibah Lukisan QR Art di Pesantren Tebuireng

badge-check


					Hibah Lukisan QR Art di Pesantren Tebuireng Perbesar

JOMBANG,Republiknews.id – Badan Wakaf Pesantren Tebuireng (BWPT) menerima lukisan QR Art karya seniman teknologi Doddy ‘Mr D’ Hernanto. Lukisan digital bergambar Hadratussyech KH Hasyim Asyari dan Gus Dur tersebut diterima langsung oleh Ketua BWPT, KH. Abdul Halim Mahfudz atau Gus Im di Gedung Yusuf Hasyim lantai 2, Kamis 29/12 2022.

Yang menarik, kedua lukisan tersebut jika di scan akan muncul rekam jejak kedua tokoh nasional tersebut dan disetiap goresan tersisip lafad asmaul husna. Maka tak heran jika dalam pembuatan dua karya ini membutuhkan waktu yang lama. “Ini karya saya satu-satunya di dunia. Bahkan saya sendiri juga tidak bisa membuat ulang karena disetiap goresan tersisip lafal asmaul husna sebagai watermark“ ujar Mr D, yang mengaku pengagum berat kedua tokoh tersebut.

Dalam kata sambutannya, Gus Im sangat menyambut baik kehadiran teknologi digital dan bertemu dengan orang orang yang mempunyai keahlian digital yang langka di pesantren. Hal ini tentu akan meningkatkan kinerja dan performance pesantren. Apalagi penglolaan wakaf itu harus dikelola secara transparan. Dengan adanya teknologi digital, semua bisa dilihat secara gamblang mulai dari data base hingga peta penggunaan wakaf bisa diakses secara langsung.

Gus Im berharap keahlian-keahlian ini akan membantu dan memfasilitasi nilai-nilai yang ada di pesantren agar bisa tersampaikan kepada publik. Bahkan bisa menjadi rumah literasi digital pesantren. Jadi masyarakat bisa tahu hal-hal yang ada dipesantren dan sebaliknya pesantren juga tahu perkembangan teknologi, ujar Gus Im.

“Karena pesantren ini institusi yang tua, bahkan lebih tua dari Indonesia. Namun, sejauh ini belum banyak hal-hal baik yang bisa diekspose ke luar. Saya sangat bersyukur, bahkan saya tadi telah melihat dan mempraktekan sediri cara kerjanya ,” imbuhnya.

Ikut hadir dalam hibah lukisan QR Art tersebut Hadi Wardoyo selaku penggagas Kawung Innovation yang mewadahi inovasi karya anak bangsa , Sri Widji Wahyuning Utami dari Times Indonesia dan Puguh Iryantoro Dewan Pengawas BWPT.

(@Red)

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

Penyaluran Beras SPHP Terkendala Akses Transportasi Darat dan Udara

11 Desember 2025 - 12:08 WIB

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pengendalian Harga Beras SPHP Salurkan 6.434 ton di 6 Provinsi wilayah Papua Raya

11 Desember 2025 - 12:01 WIB

Trending di NASIONAL
error: Content is protected !!