Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Program Sehati Dinkes Kabupaten Mojokerto Turunkan Stunting AKB & AKI Di Desa Tawar

badge-check


					Program Sehati Dinkes Kabupaten Mojokerto Turunkan Stunting AKB & AKI Di Desa Tawar Perbesar

MOJOKERTO| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto Melalui Dinkes Kabupaten Mojokerto melaksanakan program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI). Kali ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sasar ibu balita di Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Pelaksanaan program SEHATI yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, digelar di Pendopo Desa Tawar pada Selasa, (15/8/2023). Kegiatan diikuti ibu-ibu balita se-Desa Tawar.

Dalam kegiatan ini turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan,M.H, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Kepala Puskesmas Gondang, Ketua TP PKK Kecamatan Gondang, Camat Gondang, Kepala Desa Tawar dan Forkopimca.

Bupati Ikfina mengatakan, dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto, para balita harus terpenuhi gizinya agar tidak kekurangan gizi dan tidak kekurangan makanan.

“Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasanya 20 persen dibawah rata-rata,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan pertumbuhan balita yang maksimal dan memenuhi gizi terhadap balita, Bupati Ikfina mengatakan, supaya para orang tua memberikan makanan yang kaya protein nabati. Seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, serta makanan yang penuh protein hewani seperti ati ampela, ayam, telur, dan ikan.

“Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 6 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” ungkap Bupati Ikfina.

Kepada para orang tua, Bupati Ikfina juga berpesan agar juga memperhatikan tumbuh kembang anak. Hal tersebut supaya ke depannya para balita dapat menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter.

“Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar membentuk karakter yang baik,” imbuhnya di akhir kegiatan.(etyo)

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!