Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

ADVETORIAL

Program Sehati Dinkes Kabupaten Mojokerto Turunkan Stunting AKB & AKI Di Desa Tawar

badge-check


					Program Sehati Dinkes Kabupaten Mojokerto Turunkan Stunting AKB & AKI Di Desa Tawar Perbesar

MOJOKERTO| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto Melalui Dinkes Kabupaten Mojokerto melaksanakan program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI). Kali ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sasar ibu balita di Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Pelaksanaan program SEHATI yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, digelar di Pendopo Desa Tawar pada Selasa, (15/8/2023). Kegiatan diikuti ibu-ibu balita se-Desa Tawar.

Dalam kegiatan ini turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan,M.H, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Kepala Puskesmas Gondang, Ketua TP PKK Kecamatan Gondang, Camat Gondang, Kepala Desa Tawar dan Forkopimca.

Bupati Ikfina mengatakan, dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto, para balita harus terpenuhi gizinya agar tidak kekurangan gizi dan tidak kekurangan makanan.

“Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting maka kecerdasanya 20 persen dibawah rata-rata,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan pertumbuhan balita yang maksimal dan memenuhi gizi terhadap balita, Bupati Ikfina mengatakan, supaya para orang tua memberikan makanan yang kaya protein nabati. Seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, serta makanan yang penuh protein hewani seperti ati ampela, ayam, telur, dan ikan.

“Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 6 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” ungkap Bupati Ikfina.

Kepada para orang tua, Bupati Ikfina juga berpesan agar juga memperhatikan tumbuh kembang anak. Hal tersebut supaya ke depannya para balita dapat menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter.

“Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar membentuk karakter yang baik,” imbuhnya di akhir kegiatan.(etyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!