ADVETORIALSOSIAL

Turunkan Stunting AKB & AKI, Dinkes Kabupaten Mojokerto Sasar Ibu Balita Desa Candiharjo

MOJOKERTO| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto Melalui Dinkes Kabupaten Mojokerto melaksanakan program Selasa Sehat turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI). Kali ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sasar ibu balita di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Pelaksanaan program SEHATI yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, digelar di Pendopo Desa Candiharjo pada Selasa, (29/8/2023). Kegiatan diikuti ibu-ibu balita se-Desa Candiharjo.

Dalam kegiatan ini turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan,M.H, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Kepala Puskesmas Manduro, Camat ngoro, Kepala Desa Candiharjo dan Forkopimca.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, mengatakan “Bagi orang tua yang punya anak balita, tolong betul-betul dirawat dengan benar. Jangan sampai infeksi berulang atau sering sakit (salah satu indikator stunting), sehingga berpengaruh terhadap perkembangan otak yang tidak bisa tumbuh 98% pada saat mencapai usia 5 tahun. Kita tidak bisa ukur detail otak, karena posisinya ada di dalam. Jadi salah satu indikatornya yakni panjang badan. Anak stunting pasti berat badannya kurang, sehingga panjang badannya juga ikut kurang. Maka PR orang tua adalah memantau pertumbuhan anak sesuai grafik.”

Baca Juga :  Antusias Masyarakat Desa Plumpungrejo Menyambut Pelantikan Perangkat Desa

Maksimalkan pertumbuhan mereka terutama pada usia 0-1 tahun. Jangan sampai berat badan kurang, panjang badan kurang, karena itu menandakan volume otaknya juga kurang. Bayi di bawah 6 bulan hanya boleh ASI eksklusif saja. Ini supaya anak tidak mudah sakit, sebab ASI mengandung antibodi. Setelah 6 bulan, baru boleh diberi makan pendamping seperti bubur susu dengan tekstur bertahap. Mulai encer, hingga bertekstur. Ingat juga, setiap kali makan harus selalu ada zat pembangun. Bisa dari telur, ikan, daging, ayam, tahu, tempe, juga susu,” lengkap bupati.

Selain kesehatan, bupati juga mengedukasi para ibu agar melimpahkan kasih sayang sebanyak-banyaknya untuk membangun karakter. Bupati mendorong para ibu untuk menegakkan sikap mendidik anak sesuai tahapan umurnya, demi kemandirian di masa depan.

Baca Juga :  RAWAN LONGSOR, PEMDES PUNTUK DORO BANGUN TALUD PENGAMAN JALAN

“Bagi yang punya anak usia 1-3 tahun, tolong ajari anak untuk bisa melakukan semuanya mandiri. Seperti makan, minum, lepas-pakai baju sendiri, kencing maupun BAB sendiri. Ajarkan rapikan mainan, maupun meletakkan sepatu setelah dipakai pada tempatnya. Sedangkan di atas 3-6 tahun, adalah masa mengambil inisiatif. Berikan kesempatan untuk mereka, contoh kecil adalah memilih baju sendiri. Biarkan mereka memilih dan bertanggung jawab. Kalau ingin punya anak dengan emosi yang stabil, contohkan juga yang positif. Jangan sampai mereka takut dan kecewa.”

Anak adalah peniru ulung. Maka apa yang dilakukan orang tua, harus dihati-hati. Mereka adalah pangilon (cermin) dari orang tua. Apabila orang tua membentak, anak akan berteriak. Ajarkan anak-anak menjaga diri dan tidak mudah percaya orang yang tidak dikenal. Saya juga berpesan agar jangan pelit memuji anak. Pujilah mereka setinggi langit, mumpung masih usia dini. Orang tua yang akan membentuk anak kelak seperti apa. Maka dari itu manfaatkan kesempatan dan jangan sampai kehilangan momen,” tambah bupati.(etyo)

Baca Juga :  Vaksinasi Lansia Desa Bongsopotro Saradan Madiun Berjalan Lancar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!