Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Pers Sedunia, WPO dan FWJ Indonesia Tegaskan Komitmen Bersama Wakil Presiden WPO Zona Eropa Sampaikan Ucapan Selamat kepada FWJ Indonesia di Hari Pers Sedunia 2026 Diduga Terlibat Penipuan Kredit Fiktif, Oknum Pegawai Bank Dilaporkan Ke Polda Jateng WPO & FWJ Indonesia Gelar Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Bogor RSU. Anwar Medika Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan BNN Provinsi Jawa Timur Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO, Gelar Hari Pers Sedunia

INVESTIGASI

Dispendik Ponorogo: Terkait Bangunan SDN 2 Karangpatihan Pulung, Nunggu “Dok” Dari Bupati

badge-check


					Dispendik Ponorogo: Terkait Bangunan SDN 2 Karangpatihan Pulung, Nunggu “Dok” Dari Bupati Perbesar

PONOROGO | Menyingkapi Edi Supriyanto Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo gedung SDN 2 Karangpatihan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo yang rusak parah dan nyaris ambruk, dan juga terkait pernyataan Dinas Pendidikan yang akan menggelontorkan dana untuk perbaikan bangunan sekolah, sebagaimana diberitakan RepublikNews pada 3 Oktober 2023 kemarin.

Ternyata masih menyisakan sedikit tanya, terutama bagi tenaga pengajar dan wali murid SDN 2 Karangpatihan. Pasalnya sampai berita ini di turunkan, belum ada keputusan dari bupati terkait realisasi anggaran yang akan di gelontorkan untuk membiayai kegiatan rehabilitasi ruang kelas yang rusak tersebut. Hal ini di utarakan Edi Supriyanto Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo pada Rabu (4/10/2023) dikantornya waktu ditemui.

Pada pernyataannya disampaikan bahwa pihaknya tinggal menunggu “dok” atau persetujuan dari Bupati.

“Yang jelas pembangunan rehab tetap kita prioritaskan. Apalagi kami sudah ajukan, cuma tinggal menunggu “dok”dari bupati,” kata Edi.

Disinggung mengenai anggaran nilai 600 juta untuk perbaikan gedung SDN 2 Karangpatihan, Edy Suprianto menyampaikan, memang benar pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar nilai angka tersebut melalui PAK Kabupaten Ponorogo. Namun menurutnya untuk saat ini tidak mungkin bisa sebesar itu. Dikarenakan waktu yang singkat (tinggal tiga bulan) untuk menyelesaikan pekerjaan.

“Kemarin kita mengajukan 600 juta, tetapi kalau PAK kayaknya ndak mungkin, karena waktunya tinggal tiga bulan”. Ungkapnya.

Selain itu Edy Suprianto juga mengatakan bahwa mengenai refocusing anggaran yang diterapkan, juga berdampak pada kebijakan pemerintah kabupaten Ponorogo.

“Posisi kita cuma pelaksana mas…..yang pasti pembangunan nanti cuma rehab atas (atap). Apalagi saya juga sudah sampaikan kepada kepala sekolah dan Pemkab akan pekerjaan nanti bertahap, dan mereka menyetujui, “ucapnya.

Sebagaimana di ketahui dari berita sebelumnya, dengan kekhawatiran pihak akan keselamatan murid dan gurunya, puluhan murid SDN 02 Karangpatihan terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar di ruang darurat dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, dan terlihat tak layak untuk ruang kelas pada umumnya.

Ya… mudah-mudahan dari apa yang disampaikan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo untuk merealisasi pembangunan tersebut cepat dan segera disetujui Bupati. (w.i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolres Metro Kota Tangerang Sambut Baik Sinergitas FWJ Indonesia

31 Maret 2026 - 19:26 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!