Tajak dan Do’a Bersama Sumur Eksplorasi West Mudi A (WMA)-1.

Tuban, RepublikNews
“Pengeboran migas di desa Jegulo ini merupakan proyek nasional untuk mendukung produksi migas Indonesia. Selain itu, guna menekan jumlah impor bahan bakar migas dari luar negeri. Karenanya, perlu dukungan dari masyarakat dan pengamanan khusus , Kita semua harus mendukung suksesnya proyek nasional ini di Kabupaten Tuban.” ucap Wakil Bupati Tuban Ir.H.Noor Nahar Hussein.M.Si, saat menghadiri Tajak dan doa bersama Sumur Eksplorasi West Mudi A (WMA)-1 di desa Jegulo , Kecamatan Soko, pada Rabo ,11/09/2019. yang turut dihadiri anggota Forkopimda Tuban, Direktur Eksplorasi PHE Tuban East Java, Perwakilan SKK Migas Jabanusa, sejumlah pimpinan OPD terkait,Camat dan warga Jegulo.
Keberadaan industri migas menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tuban, khusus warga sekitar proyek. Selain dapat menyerap tenaga lokal, juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Pemkab Tuban mendorong pihak PHE untuk merekrut tenaga kerja lokal sebanyak mungkin, saya berharap beroperasinya PHE di Kabupaten Tuban mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH). Untuk selanjutnya akan dikelola demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tuban, saya sampaikan terima kasih kepada PHE yang telah memilih Kabupaten Tuban menjadi lokasi prioritas pengembangan industri migas bagi negara Indonesia.” kata Wabup.
Direktur Eksplorasi PHE Tuban East Java, Abdul Mutalib Masda, mengungkapkan Sumur Eksplorasi WMA-1 memiliki luas area mencapai 3 Ha dan akan beroperasi selama 62 hari, dengan rincian 35 hari drilling dan 27 hari completion. Selama proses tersebut total pekerja yang terserap sebanyak 150 orang dengan komposisi 80 persen tenaga lokal/warga sekitar.
“Ini menjadi komitmen Pertamina dalam rangka melibatkan masyarakat, sebab proyek nasional dengan nilai investasi mencapai Rp150 miliar ini dioperasikan dengan mengutamakan keselamatan kerja berstandar HSSE Program. Diperkirakan sumur tersebut akan mampu menghasilkan 18,37 ribu barel migas.” tegas Abdul Mutalib.
Pertamina melalui sejumlah anak perusahaannya berkomitmen untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan energi dan migas bagi bangsa Indonesia , ini dikarenakan diantara berbagai lokasi yang tengah dikembangkan, Kabupaten Tuban terpilih menjadi lokasi prioritas.” jujur Abdul Mutalib.(@nt).