Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

INVESTIGASI

Jembatan Takir Jalan Sambirejo Desa Brahu-Ponorogo, Di Keluhkan Warga

badge-check


					Jembatan Takir Jalan Sambirejo Desa Brahu-Ponorogo, Di Keluhkan Warga Perbesar

PONOROGO, REPUBLIKNEWS | Terlihat berbeda memang pembangunan jembatan Takir di jalan Sambirejo, Desa Brahu Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Jawa Timur yang terlihat menonjol dengan sudut tanjakan 45° dan tinggi sekitar satu meter. Beda dengan beberapa jembatan penghubung yang ada disekitarnya, karena semua jembatan yang ada lebih rendah dari ketinggian,juga seragam dan sejajar dengan talud sungai yang ada.

Hal inilah yang menuai keluhan masyarakat sekitar dan pengguna jembatan yang menghubungkan antar RT tersebut. Menurut mereka bahwa pengguna kendaraan roda dua jika tidak hati hati dan kurang cakap dalam mengendalikan kendaraan, akan macet di tanjakan, mundur dan terjatuh.

Selain itu untuk roda empat juga akan merasa kesulitan, mengingat selain terlalu curam sudut kemiringan, stan bebas yang ada antara jembatan yang berada di ujung gang dan jalan poros yang ada di sampingnya terlalu mepet, sehingga menyulitkan mobil untuk belok menanjak dan melewati jembatan yang ada. Apalagi dari resiko tak mustahil bagian depan mobil akan rusak akibat benturan dari tanjakan (jembatan) itu.

Salah seorang warga sekitar yang ditemui sempat memberikan komentar dalam bahasa Jawa, “Kebacut bangun koyo ngunu, blas aku ra tahu liwat”. (“Terlalu…pembangunan seperti itu, sama sekali saya tak pernah melintasi jembatan itu), “kata warga yang enggan di sebut namanya.

Warga lain juga mengatakan , “Gae pengguna jalan tetep sulit mas…emboh iku gowo sepeda motor opo mobil, tetep enek resikone. Sing jelas okeh warga sing ngeluhne liwat jembatan iku”.(“Bagi pengguna jalan akan sulit mas, entah itu pakai sepeda motor atau mobil, tetep ada resikonya. Yang jelas banyak warga yang mengeluhkan kalau melintas), “kata salah satu warga.

Dari pantauan yang dilakukan prasasti yang ada juga tidak menyebutkan asal usul sumber dana dari proyek pembangunan jembatan tersebut, adapun sisa material dan peralatan juga masih menumpuk dan tidak segera di bersihkan sehingga terasa lebih mengganggu. pengendara yang melintas.

Dikonfirmasi awak RepublikNews terkait proyek itu kepada kepala desa setempat, kemarin Jum’at (20/102023) mengatakan bahwa pembangunan jembatan Takir jalan Sambirejo tersebut merupakan proyek yang di anggarkan dari Dana Desa (DD).

“Pembangunan jembatan itu, bantuan dari DD, “kata Kepala desa.

Selanjutnya disinggung kenapa sumber bantuannya yang diketahui dari dana desa tidak tertera atau dilampirkan ke papan informasi, kepala desa Brahu cuma diam dengan senyum tipis.

Mengenai alasan kenapa jembatan dibangun seperti itu, kepala desa Brahu mengatakan untuk mengantisipasi banjir, dengan rencana kedepan dari jalan poros sebelahnya akan di tinggikan sekitar 20-30 CM. (w.i)

Baca Lainnya

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Proyek Pengurukan Lahan di Puri -Mojokerto Tanpa Penanggung Jawab dan K3, Urugan Diduga Tambang Ilegal

15 Desember 2025 - 15:43 WIB

Pencairan Asuransi Jiwa Tanpa Sepengetahuan Debitur, BTN Cabang Mojokerto Diduga Lakukan Maladministrasi

14 November 2025 - 19:11 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!