Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

KESEHATAN

Dinkes Kabupaten Mojokerto Terus Gencarkan Program Sehati dan Sejoli di Desa Singowangi

badge-check


					Dinkes Kabupaten Mojokerto Terus Gencarkan Program Sehati dan Sejoli di Desa Singowangi Perbesar

MOJOKERTO, REPUBLIKNEWS | Pemkab Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto terus memberikan edukasi kepada Lansia, Ibu hamil dan para ibu Balita di kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Selasa (20/2) pagi.

Turut hadir dalam kegiatan pagi ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Kesmas Ninik, Camat Kutorejo Nuryadi, Kepala Desa Singowangi Suliyadi, Kepala Puskesmas Kutorejo Wilis Puspitadewi Anggraini dan Forkopimca Kutorejo.

Dalam sambutannya Kepala Desa Singowangi Suliyadi menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan ibu bupati, menyampaikan juga mengenai pengalokasian dana untuk pemberian PMT balita dan Lansia. Terkait kondisi Jalan lingkungan Dusun singowangi yang rusak sehingga ketika dalam kondisi musim hujan menyebabkan banjir untuk itu harapan dari bapak kepala desa kiranya ibu bupati bisa mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan tersebut.

Sementara itu Bupati Ikfina memastikan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati gencar menyampaikan bahaya stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.

“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20% dari standard. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” kata Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina juga mengimbau kepada para ibu Balita agar mengikuti Pin polio sampai bulan Februari dan juga kepada para Lansia agar rutin ke posyandu. Untuk dilihat tensi dan gula darah.(etyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!