Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

POTRET

PCNU Kabupaten Malang : JADILAH DIRI SENDIRI, DAN MENGANUT AGAMA DENGAN TIDAK MENINGGALKAN ASAL BUDAYA SENDIRI

badge-check


					PCNU Kabupaten Malang : JADILAH DIRI SENDIRI, DAN MENGANUT AGAMA DENGAN TIDAK MENINGGALKAN ASAL BUDAYA SENDIRI Perbesar

MALANG,RepublikNews – Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengajak kepada warga NU Kabupaten Malang dan hadirin yang hadir, agar didalam menganut agam Islam sesuai dengan asal budaya sendiri.

“Jika menganut Islam, ya Islamnya tidak meninggalkan budaya jawa, jika Hindu juga tidak meninggalkan budaya Jawa, jika Kristen ya jangan tinggalkan budaya jawanya. Begitu juga bila menganut agama Budha, maka jangan tinggalkan budaya jawanya,” tutur Kyai Marzuki.

KH Marzuki juga menegaskan kepada seluruh warga Nahdliyyin supaya tidak menggunakan nama Nahdatul Ulama untuk kepentingan pribadi, ujarnya.
Hal ini ditegaskan Pengasuh Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Kota Malang ini, saat mengisi tausiyah pada Halal Bihalal PCNU Kabupaten Malang dan peresmian gedung KH M Tolchah Hasan di Unira Malang, Kepanjen, Rabu siang (19/6).

“Jangan sekali-kali menggunakan nama NU untuk kepentingan pribadi. Contohnya seperti memakai NU untuk maju Pilkada, tapi saat terpilih yang bersangkutan lupa dengan NU,” ujar KH Marzuki Mustamar di hadapan ribuan warga Nahdliyyin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sudah seharusnya warga Nahdliyyin untuk membesarkan NU. Termasuk juga semakin menghidupkan dan sekaligus mensejahterakan warga NU.

“Seharusnya gunakan harta pribadi kalian untuk kepentingan dan membesarkan NU, jangan untuk memperkaya diri sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan makna Halal Bihalal dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. “Idul Fitri adalah kembali ke fitrah, yaitu menjadi diri sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, untuk menjadi Islam, tidak perlu berubah menjadi orang Arab.
“Yang penting menguasai ilmu serta agama Islam dan Alquran. Seperti para kyai dari Pondok Pesantren Lirboyo dan kyai Jawa pada umumnya, meski menguasai Ilmu Agama dan Bahasa Arab tetap menjadi diri sendiri,” paparnya gamblang.

“Para kiai tetap menjadi diri sendiri dan berbahasa Jawa, meski bisa Bahasa Arab dan memiliki ilmu agama yang tinggi. Artinya, jadilah diri sendiri sesuai tuntunan Islam,” tambahnya.

Tausiah halal bihalal yang disampaikan KH Marzuki Mustamar berlangsung dengan penuh hikmat dan canda, karena banyak disisipi joke serta contoh-contoh yang masuk akal.

Acara ini dihadiri oleh, Plt. Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, MM, Ketua PW NU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar, Kapolres Malang AKBP YS. Ujung, SH, SIK, MSi., Dandim 0818 Malang atau yang mewakili, Ketua PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad, Keluarga Besar Unira, GP Ansor dan Banser Kabupaten Malang, Para Pejabat OPD Kabupaten Malang, warga NU Kabupaten Malang, Fatayat NU Kabupaten Malang, dan warga Pagar Nusa Kabupaten Malang. (John)

Baca Lainnya

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!