Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BUDAYA

Gunungan 1000 Dumbek Pada Sedekah Bumi Mata Air Brubulan.

badge-check


					Gunungan 1000 Dumbek Pada Sedekah Bumi Mata Air Brubulan. Perbesar

Tuban, RepublikNews

Sebagai wujud syukur, warga desa Kesamben, Plumpang menggelar Sedekah Bumi di Sumber Mata Air Brubulan, Rabu (26/06/2019). Sebanyak 1000 dumbek dikumpulkan dari sumbangan warga. Komoditi Dumbek menjadi salah satu produk unggulan warga desa Kesamben yang sudah diproduksi puluhan tahun.

Dumbek yang menjadi makanan khas asli desa Kesamben ini, kemudian disusun menjadi gunungan bersama hasil pertanian warga, antara lain wortel, kubis, kacang panjang dan cabai. Selanjutnya, gunungan dumbek diarak mengelilingi desa untuk kemudian diarak oleh warga menuju sumber mata air Brubulan.
Tiba di sumber mata air, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat. Setelah serangkaian sedekah bumi selesai, gunungan dumbek diperebutkan warga yang hadir.

Selaku Juru Kunci Sendang Brubulan, Lumaji menerangkan bahwa kegiatan sedekah bumi (nyadren dalam bahasa Jawa) sebagai bentuk wujud syukur masyarakat kesamben, atas hasil bumi dan sumber mata air yang melimpah. “Rebutan dumbek ini menurut kepercayaan orang jawa dimaknai ngalap barokah (memohon berkah) dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Lumaji menambahkan bahwa leluhur desa Kesamben membuat dumbek menjadi sesaji dalam ritual sebelum melakukan penggalian sumber mata air Brubulan ini. Adat istiadat tersebut tetap terpelihara sampai saat ini. “Sekarang dumbek menjadi  makanan khas warga Kesamben,” jelasnya.

Warga desa Kesamben antusias mengikuti serangkaian perayaan Arak-arakan Gunungan Dumbek dan Sedekah Bumi Sumber Air Brubulan ini. Tampak warga memadati jalan yang menjadi rute arak-arakan dan mengabadikan momen tersebut menggunakan gawainya.
“Ini tradisi tahunan yang selalu diadakan sebagai wujud syukur atas rejeki yang kami terima. Kami ingin memviralkannya,” kata salah seorang Warga Kesamben, Veti Rahma saat mengikuti acara sedekah bumi.

Untuk diketahui, dumbek merupakan makanan tradisional bercita rasa legit manis yang terbuat dari campuran santan dan gula jawa (gula aren). Adonan kemudian dituangkan dalam daun lontar yang dibentuk silinder untuk selanjutnya dikukus. Warga desa Kesamben sehari-hari memproduksi dumbek untuk dijual. Dumbek juga menjadi suguhan pada acara keagamaan maupun kegiatan formal lainnya.(@nt).

Baca Lainnya

Hanoman Obong, Semarakkan HUT Ke 80 Republik Indonesia

24 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Penanaman 294 Pohon Alpukat dalam Program Gabung Aksi LindungiHutan di Semarang

8 Maret 2024 - 16:36 WIB

Pertunjukan ‘The Beauty of China’ Sukses Awali Tahun Baru Imlek

19 Februari 2024 - 10:11 WIB

Pemdes Kupang Adakan Sedekah Bumi Untuk Melestarikan Adat Jawa

17 Februari 2024 - 17:58 WIB

BAYWALK MALL RAYAKAN TAHUN NAGA KAYU DENGAN MENGGELAR EVENT “THE GLORIOUS ORIENTAL” ACARA TAHUN BARU IMLEK SPEKTAKULER DI JAKARTA

29 Januari 2024 - 18:08 WIB

Trending di BUDAYA
error: Content is protected !!