Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

BERITA UTAMA

Komisioner Komnas HAM Menegaskan Tidak Ada Campur Tangan Pihak Manapun.

badge-check


					Komisioner Komnas HAM Menegaskan Tidak Ada Campur Tangan Pihak Manapun. Perbesar

Jakarta,RepublikNews – Aksi massa di depan gedung Komnas HAM Jakarta sebagai bentuk keprihatinan lapisan elemen masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat Untuk Kemanusiaan (Gerak Kemanusiaan).

Inisiator Gerak Kemanusiaan Ahmad Yani menyatakan, pihaknya datangi Komnas HAM terkait mempertanyakan kembali laporannya atas tragedi kematian aksi 21-23 Mei lalu, Ratusan orang yang ditahan pihak kepolisian, 70 an orang yang hilang dalam aksi tersebut, serta tragedi kematian 600 orang KPPS.

“Ini ketiga kalinya kami datang ke Komnas HAM sejak tanggal 25 Mei 2019. “Kata sang Inisiator.

Ahmad Yani juga menyebut tragedi atas meninggalnya para pendemo, ditambah hilangnya puluhan orang di aksi tersebut hingga meninggalnya ratusan petugas KPPS adalah pelanggaran HAM yang harus segera diusut tuntas.

Kedatangan Ahmad Yani didampingi para keluarga korban dan saksi kejadian, selain para saksi dari Jakarta. dikabarkan mereka ada juga yang datang dari luar daerah yakni Aceh, Jambi, Bogor dan Tangerang.

Sementara Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam mengatakan pihaknya sudah bergerak dan telah mendapatkan data juga meski diakui butuh waktu yang cukup.

“Kami sudah punya bukti data soal laporan itu, dalam waktu 3 bulan kedepan sejak diterimanya laporan terkait akan ada hasilnya. “Kata Choirul di Komnas HAM, Jl. Latuharihari, No.4D Menteng Jakarta Pusat, Jum’at (28/6/2019) Sore.

Dihadapan para utusan pendemo, saksi, dan 4 orang perwakilan Komnas HAM telah dilakukan penyerahan bukti tambahan atas tuntutan Gerak Kemanusiaan.

Choirul juga menyebut dari laporan potongan video kejadian yang diterima Komnas HAM, hampir dinyatakan valid keakurasiannya.

“Kami menerima 50 bukti potongan video yang dikirim saat itu, dari 50 video tersebut, kami nyatakan baru 10 video yang kami periksa dan kami nyatakan valid. “Ungkap Choirul.

Dikatakan Choirul, selain potongan video bukti pelanggaran HAM yang diterima, pihaknya juga telah lakukan pengecekan langsung kepada keluarga korban maupun para saksi, dan dinyatakan benar.

Terkait masih banyaknya para pendemo 21-23 Mei lalu, Choirul mengungkapkan sudah lakukan penanganan dan komunikasi ke pihak kepolisian.

“Untuk mereka yang ditahan, kami juga sudah lakukan komunikasi dengan kepolisian dan sudah dikeluarkan meski masih ada beberapa orang yang ditahan. “Ulas Choirul.

Choirul menegaskan bahwa Komnas HAM lembaga independent dan tidak ada ikut campur dari pihak manapun.(Anna/op/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya

14 Maret 2026 - 22:37 WIB

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA

23 Februari 2026 - 23:14 WIB

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

Trending di BERITA UTAMA
error: Content is protected !!