Tuban, 12 November 2025 | Kabupaten Tuban resmi memperingati Hari Jadinya ke-732 pada Rabu, 12 November 2025. Momentum ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan peneguhan kembali semangat perjuangan dan pengabdian yang berakar sejak masa kejayaan Majapahit, ketika Ronggolawe dilantik sebagai Adipati Mancanegara pertama di Tuban.
Berdasarkan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tuban Nomor 155 Tahun 1987, Hari Jadi Tuban ditetapkan pada 12 November 1293, merujuk pada peristiwa pelantikan Ronggolawe oleh Raja Majapahit, sebagaimana tercatat dalam naskah kuno Kidung Harsawijaya.


Jejak Sejarah: Dari Pelabuhan Majapahit hingga Bumi Wali. Dalam lintasan sejarah panjangnya, Tuban dikenal sebagai pelabuhan utama Kerajaan Majapahit. Pesisir utara ini menjadi simpul perdagangan internasional yang menghubungkan Nusantara dengan negeri-negeri jauh seperti Tiongkok, Arab, dan Gujarat.
Selepas era Majapahit, Tuban bertransformasi menjadi pusat penyebaran Islam di tanah Jawa. Di sinilah jejak Sunan Bonang, salah satu Wali Songo, meninggalkan warisan spiritual yang hingga kini menjadi napas kebudayaan dan kearifan masyarakat Tuban.
Peringatan Hari Jadi ke-732 diawali dengan doa lintas agama dan kirab budaya Ronggolawe, menampilkan arak-arakan pusaka, gamelan klasik, serta pasukan berpakaian prajurit Majapahit.
Dalam suasana khidmat, masyarakat dari berbagai kalangan turut melarung sesaji ke laut — simbol penghormatan kepada leluhur dan permohonan restu agar Tuban senantiasa aman, makmur, dan lestari.
“Upacara adat ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah dan perjuangan para leluhur. Tuban berdiri di atas landasan budaya yang kuat,” ujar salah satu sesepuh adat, Ki Anto Sumolewo, di sela prosesi kirab.
Dalam sambutannya, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E. menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi kali ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah.
“Semangat Ronggolawe adalah semangat keberanian dan tanggung jawab. Kita harus melanjutkan karya bersama untuk mewujudkan Tuban yang maju, berdaya, dan berkarakter. Setiap langkah pembangunan harus berakar pada nilai sejarah dan budaya kita sendiri,” ujar Bupati Halindra dalam pidatonya di Alun-Alun Tuban.
Sementara itu, Wakil Bupati Drs. Joko Sarwono menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan dan gotong royong sebagai kekuatan utama Bumi Ronggolawe.
Dengan tema besar “Lanjutkan Karya Bersama”, peringatan Hari Jadi ke-732 menjadi simbol kontinuitas antara masa lalu dan masa kini.
Semangat keberanian Ronggolawe, kebijaksanaan Sunan Bonang, dan kerja nyata generasi modern kini berpadu dalam satu tarikan napas: Tuban yang berdaulat secara budaya, berdaya secara ekonomi, dan bermartabat di mata sejarah. (As)













