Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

POTRET

Pengangguran di Lamongan capai 20.600 orang atau 3,17%.

badge-check


					Pengangguran di Lamongan capai 20.600 orang atau 3,17%. Perbesar

Lamongan, RepublikNews

Angka pengangguran di Kabupaten Lamongan Jawa Timur  masih cukup tinggi, mencapai 20.600 orang.terdata pada 2017 angka pengangguran sebesar 4,12% atau 26.300 orang dan pada 2018 turun menjadi 20.600 orang atau 3,17 %.

Pengangguran sebanyak itu, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)  Lamongan, Hamdani Azhari tergolong cukup tinggi.

Upaya untuk mengurangi pengangguran, Disnaker intens  menggelar pelatihan – pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker.

“Pelatihan berbasis kompetensi dan masyarakat di antaranya, hand skill  yang berlangsung selama 30-36 hari,” kata Hamdani, Minggu (11/08/2019).

Pelatihan service kendaraan roda dua, mobil,  pengelasan, menjahit, prosesing tata boga, pertukangan, teknologi mekanikal terus dilakukan.

Lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Lamongan selama ini juga sangat  banyak yang diserap di sejumlah perusahaan.

Dari sebanyak 472 orang yang ikut pelatihan di Disnaker, sudah banyak yang diserap sejumlah entrepreneur.” Ya sekitar kurang lebih 2,0 persen,” katanya.

Hamdani berharap melalui usaha keras Disnaker, melalui pelatihan – pelatihan akan cenderung menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Lamongan.

Jumlah pengangguran yang masih tinggi ini disebabkan karena peluang dan lowongan kerja yang terbatas dan juga jumlah lowongan yang disediakan memang banyak yang tidak sesuai dengan kejuruan lulusan sekolah atau sarjana para pencari kerja, selain itu lulusan baru  dari SMA/SMK setiap tahun lebih banyak daripada serapan tenaga kerja, faktor lain adalah masih ada rasa gengsi dan tidak optimalnya  para lulusan saat sudah mendapatkan kerja.

“Mereka berharap dengan pekerjaan yang tak terlalu berat namun dengan gaji yang besar, sementara untuk menekan angka pengangguran yang terus bertambah ini, Disnaker Lamongan berupaya membuka lowongan pekerjaan ,salah satunya, sesering mungkin menggelar bursa kerja, melalui job market fair mini yang diselenggarakan di lembaga-lembaga sekolah.” jelas Hamdani

Hamdani menjelaskan dengan job market fair mini ini, mereka para lulusan sekolah yang berada di lingkungan penyelenggaraan job market fair bisa mencari peluang kerja yang sesuai dengan kejuruan mereka dan tidak perlu jauh-jauh mencari kerja.

Job market fair mini ini melibatkan sejumlah perusahaan besar yang setiap tahunnya selalu membuka peluang kerja bagi lulusan sekolah kejuruan maupun lulusan umum, rata-rata mereka yang mengikuti job market fair kadang diterima bekerja sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan.(@nt).

Baca Lainnya

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!