Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

PERISTIWA

Direktur RSUDAU Lambar Akui “Bayi Dikerumuni Semut” Karena Kelalaian Perawat

badge-check


					Direktur RSUDAU Lambar Akui “Bayi Dikerumuni Semut” Karena Kelalaian Perawat Perbesar

Lampung Barat, RepublikNews – Karena kelalaian perawat yang bertugas, tubuh seorang bayi di Rumah Sakit Alimudin Umar (RSAU) Lampung Barat (Lambar) yang dirawat di dalam inkubator, dikerumuni semut.

Dari kejadian ini Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUDAU) Lampung Barat, mengakui kelalaian perawat, sehingga bayi di dalam inkubator dikerumuni semat.

“Ya, memang itu keteledoran dari para petugas malam. Keluarga pasien sudah dipanggil dokter saat itu dan dijelaskan. Jika memang bayi tersebut habis diberi susu lalu muntah dan muntahanya tinggal disamping bayi, mungkin karena muntahan itu maka semut naik di tempat bayi tersebut,” kata Direktur RSAU Lambar, Widiatmoko Kurniyawan, Sabtu, 28 September 2019.

Pihaknya akan melihat tingkat keteledoran petugas tersebut dan akan diberikan sanksi jika memang itu disengaja.

“Kami sudah memberikan teguran kepada para petugas ruangan anak malam itu Bila terjadi pembiaran, maka akan ditindak sesuai dengan kesalahannya,” jelas Widiatmoko.

Bayi perempuan yang dilahirkan melalui operasi caesar pada Rabu, 25 September 2019, itu merupakan anak dari Firmansyah. warga Kecamatan Belalau, Lambar

Menurut keterangan Firmansyah, “Setelah lahir, keesokan paginya saya mendatangi ruangan bayi hendak melihat sekira pukul 06.00 WIB. Saya kaget melihat kondisi anak saya, Di bagian pakaiannya penuh dengan bekas muntahan. Yang membuat saya sedih, kepala dan wajah bayi saya dipenuhi semut hitam,” kata Firmansyah, Sabtu, 28 September 2019.

Dia tidak terima dengan kelalaian perawat karena dinilai tidak bertanggungjawab merawat bayi.

“Di kepala anak saya ada bekas gigitan semut. Saat ini sudah mulai membaik. Saat masuk ke ruangan anak itu, saya sempat berdebat dengan petugas karena saya tidak diperbolehkan berada di dalam ruangan. Lalu saya bertanya kenapa di kepala anak saya ada semut,” ujar Firmansyah. (Mat/Nur)

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

25 Desember 2025 - 14:23 WIB

MPC PP Mojokerto Laporkan Dugaan Pengurukan Lahan Perumahan Tanpa Izin Ke DPRD 

16 Desember 2025 - 18:22 WIB

Trending di PERISTIWA
error: Content is protected !!