Akhirnya Partai Demokrat Merapat Ke Golkar Usung Aditya Halindra Faridzki dan Riyadi Pada Pilkada Tuban 2020.

Tuban, RepublikNews.
Sudah mulai jelas siapa saja calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban pada Pilkada Serentak pada 09 Desember 2020 mendatang.
Sehari sebelumnya , koalisi partai Gerindra, PAN, Nasdem mengumumkan pasangan calon Bupati dan wakil bupati Tuban, Eko Wahyudi dan Agus Maimun.
Aditya Halindra Faridzki semakin mantap menjadi kontestan calon Bupati Tuban, Jawa Timur pada Pilkada seretak 2020 mendatang. Itu setelah, politikus Partai Golkar tersebut mendapatkan dukungan Partai Demokrat.
Rekomendasi dari DPP Partai Demokrat secara resmi diterima oleh
Aditya Halindra dan Riyadi sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Tuban . Rekomendasi tersebut diberikan langsung oleh Ketua umum DPP Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Jakarta . Rabu .05/08/2020.
Syarat untuk bisa maju sebagai calon Bupati Tuban, harus mendapat dukungan partai politik dengan minimal 10 kursi di DPRD. Partai Golkar dengan kursi 9 dan PD 5 kursi berjumlah 14 kursi suara keterwakilan DPRD kabupaten Tuban. Sehingga telah siap untuk didaftarkan paslon pada bulan September nanti di kantor KPUD Tuban.
Ketua Depkumham DPP Demokrat Didik Mukrianto yang mendampingi penyerahan rekom menyampaikan koalisi partai Golkar dan Demokrat pada kontestasi Pilkada Tuban diharapkan mampu membawa perubahan kedepan.
Dia mengatakan koalisi ini membawa amanah besar masyarakat Tuban agar melahirkan pembangunan berkeadilan, adil buat warganya, adil buat lingkungan, adil buat desa dan kotanya.
“Mohon doa dan restunya kepada segenap masyarakat Tuban,” ungkapnya.
“Tantangan kepemimpinan Tuban kedepan adalah memastikan bahwa setiap kebijakan dan program daerah bertumpu dan berorientasi untuk kepentingan rakyat dengan basis sustainability with growth,” ucap Didik dalam keterangan resminya.
Salah satu kesepahaman diperoleh antara kedua partai Golkar dan PD ini di bidang pembangunan ekonomi, kedua partai sepakat harus memastikan terciptanya empat pilar pembangunan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth), menyediakan lapangan kerja (pro-job), mengentaskan kemiskinan (pro-poor), dan melestarikan lingkungan (pro-environment).
Ke empat pilar pondasi pembangunan menurut PD mengingatkan rezim kepemimpinan mantan bupati Tuban selama 10 tahun memimpin kabupaten Tuban.
“Kepemimpinan Mas Lindra dan Riyadi ini bukan hanya meletakkan pondasi besar bagi kemajuan Tuban, namun juga menjadi modal besar untuk pemimpin Tuban kedepan dengan memastikan capaian dan keberhasilan terintegrasi dan berkesinambungan,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan menjadi tugas dan tanggung jawab pemimpin kedepan untuk melanjutkan legacy yang baik dan menyempurnakan, perlu waktu menyelesaikan dengan basis komitmen dan program selalu adaptif, integratif, konektif dan kolaboratif selalu in line dengan kebutuhan masyarakatnya.
Lebih dari belajar pengalaman dan mempertimbangkan keberagaman kultur Tuban sebagai kabupaten basis nasionalis-religius begitu kuat, pasangan calon Lindra dan Riyadi ini kedepan juga harus diingatkan.
“Memastikan mampu menjadi payung semua elemen masyarakat untuk terus hidup berdampingan tanpa membeda-bedakan, apalagi hanya basis kelompok-kelompok tertentu, apalagi untuk kepentingan pribadi-pribadinya,” ungkapnya
Atas dasar dan kriteria dimiliki kader PD, Riyadi dan kader Golkar Mas Lindra ini, partai dengan kebersamaan dan seluruh elemen masyarakat, Kami akan ikhtiarkan kemenangan Masyarakat Tuban dalam Pilkada tahun 2020.
“Insya Allah dengan kemenangan pasangan yang kami usung di Pilkada Tuban 2020. Kami ingin memastikan dari sekarang hingga nantinya, pasangan calon kami (Lindra-Riyadi) akan terus berkoalisi dengan masyarakat Tuban,” ungkapnya.(@nt).