Ambulance Tabrak Orang “Terkesan Tak Mau Di Salahkan” Humas RSI Fatimah Angkat Bicara

Banyuwangi, RepublikNews – Berkaitan dengan Kecelakaan mobil Ambulance milik Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah yang melawan arus sehingga menabrak pengendara motor di perempatan cungking Banyuwangi beberapa hari yang lalu hingga sempat viral di media sosial, pihak RSI Fatimah pun akhirnya angkat bicara.
Keputusan mobil ambulance milik Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah yang sengaja mengambil jalur yang berlawanan arus terpaksa dilakukan oleh sopir karena ambulance sedang membawa pasien Covid – 19 yang harus segera ditangani dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan.
Suprapto selaku Humas RSI Fatimah saat ditemui awak media Republiknews di ruangannya menjelaskan bahwa dalam kondisi mendesak tersebut sopir ambulance terpaksa mengambil inisiatif melawan arus jalan. Ini karena, kondisi jalan dalam keadaan macet
“Ambulance sedang membawa pasien Covid-19 yang harus segera di tangani, Kemudian hampir sampai di perempatan cungking, jalan merasa macet panjang, akhirnya sopir ambil jalur kanan begitu mengambil jalur kanan pas sampai di perempatan, ambulance belum sampat nyebrang , didepan ternyata sudah lampu hijau. Tiba-tiba saja ada sepeda motor yang melaju karena tahu posisinya akan menabrak, kemudian sopir ambulance berusaha mengerem mendadak, Namun tidak bisa mengelak karena jarak yang begitu dekat hingga tabrakan itu terjadi,”kata Suprapto.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan terlepas dari salah dan benar karena ini musibah pihak RSI Fatimah bertanggung jawab penuh atas kejadian ini kepada korban kecelakaan.
“Terlepas dari salah dan benar permasalahan kecelakaan ini kami dari pihak RSI Fatimah bertanggung jawab atas korban kecelakaan tersebut, bahkan begitu kejadian kita langsung menjenguk korban dan berkomunikasi dengan keluarga korban, dan Alhamdulillah keluarga korban bisa mengerti, kita akan terus memantau kondisi korban”, paparnya.
Lebih lanjut Suprapto menyampaikan terkait driver ambulance yang mengakibatkan kecelakaan, sementara ini akan kita istirahatkan.
” Untuk sopir ambulance sementara kita istirahatkan, karena SIM dan Surat Kendaran masih di kepolisian dan untuk kedepannya nanti kita akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan edukasi kepada sopir ambulance, mengingat kalau hanya untuk sopir saja mudah, tapi kalau untuk sopir ambulance itu perlu edukasi khusus dalam mengendarai,” pungkasnya.
Reporter: Supriadi
Kabiro Banyuwangi.