ARM Protes Bulog, Bantuan Beras Kementerian Sosial Tak Layak Di Konsumsi

Banyuwangi, RepublikNews – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat, Program Keluarga Harapan di Kecamatan Genteng dan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kondisi beras gratis yang diterimanya tidak layak konsumsi. Untuk menyikapi kasus temuan terhadap kwalitas beras bantuan Kementerian Sosial ( lKemensos) untuk KPM PKH di Banyuwangi yang dinilai berkwalitas jelek, berwarna kusam dan berbau apek.
Muhammad Helmi Rosyadi selaku Aliansi Rakyat Miskin melayangkan protes keras kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik ( Perum BULOG) setempat.
” Saya minta Bulog memberikan beras yang layak konsumsi kepada masyarakat. Sesuai aturan, beras yang dibagikan harus merupakan beras yang berkwalitas medium, bukan beras yang berkwalitas rendah, berwarna kusam dan berbau apek,” tegas Helmi didepan awak media RepublikNews Minggu (27/9/2020).
Padahal, dalam statement resminya beberapa hari yang lalu, sekretaris perum Bulog, Awaludin Iqbal menyatakan bahwa Bulog telah menetapkan quality control management yang bertugas memastikan kwalitas beras Bulog sesuai standart kwalitas terbaik.
” Untuk itu saya mendesak Bulog untuk membagikan beras yang layak konsumsi kepada KPM PKH, beras yang benar – benar berkwalitas medium, bukan beras berkwalitas jelek, berwarna kusam dan berbau apek,” terangnya.
Seperti yang telah ramai diberitakan oleh media online sebelumnya, salah satu Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan ( KPM PKH) inisial D, warga Kecamatan Genteng mengatakan, beras dari Bulog sebanyak 30 kilo gram yang sudah diterimanya berwarna kekuningan dan berbau apek. Tak hanya itu, pengakuan serupa juga disampaikan oleh warga penerima manfaat dari kecamatan Pesanggaran yang berinisial H.
Untuk diketahui, KPM PKH penerima bantuan beras Bulog di Kabupaten Banyuwangi berjumlah 66.796 kk. Penyalurannya dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama, untuk bulan Juli dan Agustus disalurkan di bulan September 2020 sebanyak 30 kilo gram, sedangkan bantuan tahap kedua atau periode bulan September akan disalurkan pada bulan Oktober mendatang sebanyak 15 kilogram beras. (Adi).