Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Bersama 37 Bupati/Walikota , Bupati Tuban Ikut Tanda Tangani Komitmen Bersama Pemberantasan Korupsi Terintegrasi.

badge-check


					Bersama 37 Bupati/Walikota , Bupati Tuban Ikut Tanda Tangani Komitmen Bersama Pemberantasan Korupsi Terintegrasi. Perbesar

Tuban, RepublikNews.

Bertempat di Gedung Grahadi Surabaya,pada kamis,28/02/2019.
Bupati Tuban, H. Fathul Huda bersama 37 Bupati/Walikota se-Jawa Timur menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi serta bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menandatangani Komitmen bersama Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di lingkungan Pemprov Jatim.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan bahwa KPK berharap dengan upaya pencegahan yang diinisiasi bersama ini, ke depan tingkat korupsi di Jawa Timur jadi lebih rendah, hingga masyarakat dapat lebih menikmati anggaran dan keuangan negara atau daerah yang dialokasikan di Jawa Timur

Alexander menambahkan bahwa saat ini tercatat ada 13 kepala daerah di Jatim yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT). “Paling banyak tahun 2018 kita melakukan 30 kali OTT dan 20 diantaranya itu melibatkan kepala daerah, kami sangat prihatin melihat banyaknya kasus OTT kepala daerah yang terjadi di Jatim. Dia mengaku meringkus banyak koruptor bukan suatu prestasi bagi KPK. Pihaknya justru prihatin karena itu merupakan tragedi yang tidak diinginkan masyarakat. “Saat  kita melaksanakan OTT atau penindakan kepada kepala daerah, bukan suatu prestasi bagi kami, justru suatu tragedi bagi masyarakat yang dengan susah payah menghabiskan biaya banyak menyelenggarakan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.” kata Alexander.

Meski demikian, Alexander memberikan apresiasi kepada Gubernur hingga seluruh kepala daerah di Jatim. Pasalnya, meski beberapa kepala daerah sempat tertangkap OTT, namun ada itikad baik untuk memperbaiki sistem.

“KPK mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa Timur, bupati, walikota dan seluruh stakeholder untuk memperbaiki sistem dan membenahi tata kelola pemerintah di Jawa Timur,” tuturnya.

Gubernur Jatim yang baru saja dilantik, Khofifah Indar Parwansa mengungkapkan bahwa Jatim siap menjalankan pemerintahan dan program pembangunan ‘Cetar’ cepat efektif efisien, tanggap, transparan, akuntabel dan responsif, kegiatan yang dilaksanakan bersama KPK ini digelar sebagai bentuk dan upaya pencegahan serta pemberantasan korupsi di JawaTimur.

Ke depan, dirinya akan menerapkan program Survey Penilaian Intergeritas. Survey tersebut, menurut Khofifah, akan menjadi baseline perbaikan di Jawa Timur yang akan dilakukan setiap tahun dan akan menjadi tolok ukur transportasi serta integritas pemerintahan di Jawa Timur, baik Pemprov maupun Pemkab/Pemkot.

Khofifah menuturkan bahwa pihaknya sangat membutuhkan pengawalan dari KPK untuk memberantas korupsi di Jatim, “Kami ingin mendapatkan pengawalan. Kami berharap dengan adanya penandatanganan ini, kemungkinan terjadinya korupsi di seluruh lini bisa kita antisipasi, sebagai manusia memang kadar keimanan seseorang bisa naik turun, untuk itu ia ingin mengajak KPK dan juga para kepala daerah untuk saling mengingatkan. “Dengan saling mengingatkan tersebut kita bersama dapat membangun komitmen, dan lebih banyak yang kita bisa lakukan.” tegas Khofifah.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda sangat mendukung dan berkomitmen penuh  terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, Bupati berharap dengan adanya penandatanganan komitmen ini menjadikan berjalannya Pemerintahan di Kabupaten Tuban lebih bersih, transparan dan akuntabel, dengan komitmen ini, juga harus dijadikan ikhtiar bersama mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, “Kita harus bisa memberikan pelayanan terbaik, transparan dan akuntable.” kata Fathul Huda.(@nt).

 

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!