Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

BIROKRASI

Pemkab Tuban Canangkan Madrasah Tangguh Di Montong

badge-check


					Pemkab Tuban Canangkan Madrasah Tangguh Di Montong Perbesar

Bupati Tuban: Pembukaan sekolah secara umum  menunggu status Kabupaten Tuban menjadi zona hijau. Kita usahakan maksimal dua bulan dapat terwujud.”

Tuban, RepublikNews – Pencanangan Madrasah Tangguh yang untuk kali pertama diadakan di Kabupaten Tuban , hal itu terjadi setelah Bupati Tuban bersama Kapolres dan Kepala Kantor Kemenag Tuban mencanangkan Madrasah dan Sekolah Tangguh di Tarbiyatul Banin Banat Yayasan Al Chusnaniyah Jetak, Montong, Rabu ,08/07/2020.

Ketua Yayasan Al Chusnaniyah Jetak, Moh. Zuhri Aly menyebutkan pihaknya intens melakukan penyemprotan disinfektan dilakukan setiap hari. Selain itu, tenaga pengajar diharuskan menggunakan pelindung wajah (faceshield) ketika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Seluruh warga madrasah termasuk siswa, diharuskan mencuci tangan sebelum masuk di ruang kelas. Juga akan dilakukan simulasi pengajaran bagi siswa.

“Kami juga telah mengatur agar dalam satu kelas yang semula diisi 35 santri dibatasi maksimal 18 santri.” terang Moh.Zuhri Aly.

Pengelola yayasan akan berkoordinasi dan meminta pendampingan dari instansi pemerintah terkait, seperti Dinas Kesehatan , Dinas Pendidikan, BPBD maupun Kemenag.

Bupati Tuban menyampaikan bahwa  Kecamatan  montong saat ini telah masuk dalam zona hijau, shg sangat relevan jika saat ini mencanangkan  Madrasah tangguh.

Kepada awak media, Bupati Tuban, H. Fathul Huda menyampaikan pencanangan Madrasah Tangguh menjadi ikhtiar dalam menyikapi pandemi Covid-19 di Kabupaten Tuban. Upaya ini sekaligus menjadi wujud adaptasi masyarakat terhadap perubahan kondisi yang ada dengan mematuhi protokol kesehatan.

Bupati Tuban menyatakan Pemkab Tuban akan melakukan evaluasi Madrasah Tangguh sebelumnya nantinya dijalankan secara menyeluruh. Operasional madrasah dan sekolah akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Pemkab Tuban juga telah melakukan pembahasan terkait aturan dan teknis operasional sebelum nantinya sekolah dibuka kembali.

“Pembukaan sekolah secara umum  menunggu status Kabupaten Tuban menjadi zona hijau. Kita usahakan maksimal dua bulan dapat terwujud.” tandasnya.

Dinas Kesehatan , Puskesmas , serta Gugus Tugas tingkat Kecamatan dan Desa diintruksikan untuk aktif berkoodinasi dengan pengasuh pesantren maupun madrasah. Di samping itu, kebutuhan kesehatan primer seperti masker , obat dan vitamin harus didata dan dicukupi. Para tenaga pengajar dihimbau melakukan rapid test sebelum kembali beraktivitas.

Bupati berharap pencanangan Madrasah Tangguh harus benar-benar diwujudkan bukan sekedar ceremonial saja. Dalam pelaksanannya, harus mengacu protokol kesehatan seperti penggunaan masker , penataan ruang kelas , maupun penyediaan fasilitas cuci tangan.

“Masyarakat tetap berkegiatan dengan memperhatikan prokotol kesehatan ,
jangan sampai pembukaan madrasah menjadi klaster baru, oleh karena itu harus benar-benar dilaksanakan secara hati-hati dan mematuhi protokol kesehatan.” ungkap Bupati.

Bupati mengingatkan masyarakat agar ikut berperan dalam pencegahan Covid-19. Langkah yang ditempuh, masyarakat dapatnya membiasakan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, SH., S.IK., MH., mengatakan pencanangan madrasah tangguh menjadi langkah yang inovatif di masa pandemi ini. Konsep ini menjadi percontohan sekolah maupun lembaga pendidikan lain.

AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan personil Polres Tuban bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban intens menjalankan giat penertiban di titik-titik keramaian masyarakat. Penertiban oleh personil gabungan sebagai edukasi kepada masyarakat.

“Kami berharap masyarakat mematuhi protokol kesehatan.”jelasnya.

Kapolres Tuban menjelaskan kegiatan penertiban intens digelar sejak 3 bulan lalu yang diawali dengan sosialisasi. Pada awalnya, 90 persen masyarakat belum pakai masker. Berkat upaya pendisiplinan secara intens, saat ini sudah 80 persen masyarakat menggunakan masker.

“Kami berharap masyarakat mematuhi protokol kesehatan , ini sebagai kesiapan menuju tatanan hidup baru (new normal) dengan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Bupati bersama Kapolres Tuban meninjau sejumlah fasilitas madrasah, diantaranya ruang kelas , ruang UKS , dan perpustakaan. Tampak hadir pada kegiatan ini, Kepala Kantor Kemenag Tuban , pimpinan OPD terkait , Camat dan Forkopimka Montong , perangkat desa , serta ketua yayasan se-kecamatan Montong.(@nt).

Baca Lainnya

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo: Di Mata Hukum Semua Sama “Hukum Berlaku” Untuk Semua Warga Negara

18 Agustus 2025 - 10:08 WIB

Pj. Bupati Lampung Barat Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah

19 Desember 2024 - 17:07 WIB

Cara Menghilangkan Benjolan di Leher Kiri

9 November 2024 - 10:22 WIB

Ciri-Ciri Bau Badan, Jangan Sampai Tak Sadar!

6 November 2024 - 15:35 WIB

Trending di KESEHATAN
error: Content is protected !!