Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

INVESTIGASI

Dana PIP Di SDN Bendoarum 1 Belum Maksimal, Orang Tua Siswa Menuntut Segera Dicairkan

badge-check


					Dana PIP Di SDN Bendoarum 1 Belum Maksimal, Orang Tua Siswa Menuntut Segera Dicairkan Perbesar

Bondowoso,Republiknews- Sejumlah orang tua siswa kelas 3, yang putra-putrinya terdaftar memperoleh bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) di SDN (Sekolah Dasar Negeri) Bendoarum 1, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, tengah dibuat geregetan akibat polah Andika Redy Marantika Spd, oknum guru, yang juga menjabat sebagai operator pada sekolahan tersebut.

Bagaimana tidak, lantaran adanya tunjangan dana program pemerintah yang khusus diperuntukkan bagi murid yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin tersebut, diduga tidak kunjung segera dicairkan olehnya. Senin (21/2/2022).

Dalam keluhannya, seorang wali murid inisial R menjelaskan, “Kami merasa kecewa banget dengan janji-janji Pak Andika. Pak Andika beberapa kali janji untuk mencairkan uang KIP, tapi sampai sekarang tidak pernah cair-cair. Sebenarnya kami mengharapkan pencairan itu, mulai anak kami duduk di bangku kelas 1.” Terang R, wali murid kelas 3.

Dijelaskannya lebih lanjut, “Waktu itu saya hanya dapat kartu KIP nya saja, tidak dikasih buku tabungan. Dari kartu KIP itu, selanjutnya saya disuruh bawa ke bank BRI untuk mengaktifkan. Tetapi sesampainya di BRI, malah saya ditanyain buku tabungan.” Kepada redaksi, R mengkisahkan.

Masih menurut keterangan R, “Saya dulu juga sempat mendengar kabar, bahwa uang KIP murid kelas 3, itu sudah cair di bulan 7 tahun 2021. Katanya, kalau tidak di ambil sampai bulan 1 tahun 2022, maka uang itu akan dikembalikan ke pusat. Masa mau dikembalikan lagi, kan banyak sekali wali murid lain yang pada menanyakan, tapi dia tetap janji-janji terus.” Ungkapnya sembari meminta namanya agar dirahasiakan.

Orang tua murid tersebut, juga sempat menunjukkan kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar) kepada wartawan media ini. Setelah diteliti, ternyata masa berlaku kartu KIP nya masih belum kadaluarsa. Yakni berlaku mulai Desember 2019, sampai dengan Desember 2024. Namun anehnya, ia mengaku belum pernah sekalipun menerima dana bantuan itu.

Sementara, menurut pengakuan Andika Redy ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp nya, ia menyebut bahwa memang untuk murid kelas 1, sebenarnya belum memiliki SK. Sedangkan siswa kelas 2 dan 4, berdasarkan pengakuan nya masih dalam proses pembukaan rekening. Selain itu, lanjut dia, bagi anak didik di kelas 5 dan 6 sudah mengambil pencairan dana tersebut melalui KIP.

Tidak terhenti sampai disitu, agar inti persoalan tak menjadi kabur dan melebar ke yang lain, wartawan media ini mencoba memfokuskan pertanyaan pada permasalahan pada murid kelas 3 saja. Sehingga ditemukan upaya jawaban, yang akan membedah karakter personal beserta korelasinya dalam pembuktian validasinya.

“Pembukaan rekening memang agak lama, karena data (KK dan KTP) banyak yang nggak sama. Insha Allah dalam minggu ini rekening keluar, dan bisa dicairkan langsung ke BRI. Karena kita nggak mau kolektif. Dan di rekening, isinya bisa doubel Pak.” Tegas Andika.

Bahkan, lanjut dia, terkait siswa yang belum mendapat pencairan dana dari kelas 1 sampai duduk di kelas 3, hal ini dikarenakan kartunya yang sudah keluar duluan, sedangkan buku tabungan belum keluar. Menurutnya, ketika buku tabungan keluar, nanti baru bisa diaktifkan.

Ketika disinggung tentang keberadaan buku tabungan penerima bantuan, ia kembali menimpali, jika buku tabungan yang dimaksudkan, selama ini tidak pernah diterimanya.

“Saya tidak pernah menerima buku tabungan Pak. Sungguh, saya tidak pernah menerimanya. Untuk mengaktifkan kartu ATM, memang harus ke BRI unit, sambil membawa KTP asli dan rekening. Sedangkan untuk ambil buku tabungan ke Teras.” Sambungnya.

Selain itu, dia juga membeberkan, jika total ada 22 jumlah murid di kelas 3 yang menjadi siswa di SDN Bendoarum 1. Menurut Andika, data siswa penerima yang mendapat bantuan PIP diperoleh sebanyak 21 murid. Sementara, hanya 1 murid saja yang tidak mendapatkan bantuan PIP dari pemerintah.

Kemudian kembali ia menginformasikan, “Setahu saya, hanya 4-5 siswa saja yang mendapat kartu KIP. Mayoritas di SDN Bendoarum 1 nggak punya KIP, tapi ada yang mendapat PIP.” Tutup Andika, sembari pamit undur diri.

Menyaksikan klarifikasi seperti itu, awak media selanjutnya akan segera menjumpai Suprianto Kepala SDN Bendoarum 1, dan Sugiono Eksantoso, MM selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bondowoso, untuk mengkonfirmasi keterangan yang sudah disampaikan oleh keduanya. Bersambung

 

(Agung)

Baca Lainnya

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Proyek Pengurukan Lahan di Puri -Mojokerto Tanpa Penanggung Jawab dan K3, Urugan Diduga Tambang Ilegal

15 Desember 2025 - 15:43 WIB

Pencairan Asuransi Jiwa Tanpa Sepengetahuan Debitur, BTN Cabang Mojokerto Diduga Lakukan Maladministrasi

14 November 2025 - 19:11 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!