Data BST Desa Kampung Jawa Kecamatan Idi Rayeuk Diduga Tidak Transparan Dan Tepat Sasaran

Aceh Timur RepublikNews – Menurut Iwan Humas Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Advokatsi Dan Investigasi Nangroe Aceh ( KANA) mengatakan Desa Kampung Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, masyarakat mengeluh dengan data program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan oleh petugas Dinas Sosial Aceh Timur,
Pasalnya data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST yang diperoleh tidak tepat sasaran dikarenakan masyarakat penerima manfaat BST kebanyakan orang mampu atau orang kaya dan ada juga masyarakat yang telah mendapatkan sembako, dan juga masyarakat pensiunan, bukan orang yang kurang mampu atau miskin. Seharusnya pemerintah pusat meluncurkan dana BST untuk orang kurang mampu atau orang miskin akibat imbas Covid 19.
Muhammad Hidayat TKSK kecamatan Idi Rayeuk saat di hubungi media ini melalui telepon mengatakan itu data orang pusat yang pilih bukan dari kita atau bukan juga dari Kheuchik jadi kalau ada orang kaya atau orang yang mampu yang dapat berarti itu orang pusat atau pemerintah pusat yang menilai,” katanya
Menanggapi hal ini, Iwan Humas LSM KANA angkat bicara, Iwan balik bertanya,” kapan orang pusat atau pemerintah pusat turun ke kecamatan Idi Rayeuk..?, tolong aparatur kampung jangan bodohin masyarakat, karena dana BST itu bukan uang pribadi tapi uang Rakyat Indonesia.
Sementara itu perangkat Gampong mengatakan kalau memang tidak tepat sasaran bagaimana cara kita rubah karena itu data bukan kita yang nilai tapi orang pusat kalau memang kita yang rubah apa dasar hukumnya, atau bagaimana jalurnya,..?
Menurut Iwan, dari pernyataan Perangkat tersebut adalah pertanyaan yang konyol, kalau memang tidak tepat sasaran pasti bisa di rubah dengan mengajukan perubahan data data terbaru dan akurat ke pusat saat ini ada warga yang sudah punya mapan hidupnya, ada yang punya kendaraan Honda 2, ada yang masih punya suami dan ekonominya memadai,” kata iwan. jum’at (8/5/2020).
Adanya persoalan tersebut timbul tanda tanya kenapa data yang diajukan bisa tidak sesuai atau tidak tepat sasaran, Padahal diakui data KPM pengajuan merupakan data terbaru dari Desa.
Dari itu Masyarakat Desa Kampung Jawa, Idi Rayeuk berharap ada perbaikan data dari pihak terkait agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Seharusnya Kalau memang di desa katakanlah ada yang mampu dan tidak layak menerima ya jangan dikasihkan atau dicoret saja dari data atau itu bisa diusulkan kembali, kepada pihak Dinsos atau pihak terkait tolong data ulang penerima BST di akuratkan karena banyak masyarakat yang kurang mampu belum dapat bantuan. (Iw)