Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

INVESTIGASI

Data BST Desa Kampung Jawa Kecamatan Idi Rayeuk Diduga Tidak Transparan Dan Tepat Sasaran

badge-check


					Data BST Desa Kampung Jawa Kecamatan Idi Rayeuk Diduga Tidak Transparan Dan Tepat Sasaran Perbesar

Aceh Timur RepublikNews – Menurut Iwan Humas Lembaga Swadaya Masyarakat  Komunitas Advokatsi Dan Investigasi Nangroe Aceh ( KANA) mengatakan Desa Kampung Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur,  masyarakat mengeluh dengan data program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan oleh petugas Dinas Sosial Aceh Timur,

Pasalnya data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST yang diperoleh tidak tepat sasaran dikarenakan masyarakat penerima manfaat BST kebanyakan orang mampu atau orang kaya dan ada juga masyarakat yang telah mendapatkan sembako, dan juga masyarakat pensiunan, bukan orang yang kurang mampu atau miskin. Seharusnya pemerintah pusat meluncurkan dana BST untuk orang kurang mampu atau orang miskin akibat imbas Covid 19.

Muhammad Hidayat TKSK kecamatan Idi Rayeuk saat di hubungi media ini melalui telepon mengatakan itu data orang pusat yang pilih bukan dari kita atau bukan juga dari Kheuchik jadi kalau ada orang kaya atau orang yang mampu yang dapat berarti itu orang pusat atau pemerintah pusat yang menilai,” katanya

Menanggapi hal ini, Iwan Humas LSM KANA angkat bicara, Iwan balik bertanya,” kapan orang pusat atau pemerintah pusat turun ke kecamatan Idi Rayeuk..?, tolong aparatur kampung jangan bodohin masyarakat, karena dana BST itu bukan uang pribadi tapi uang Rakyat Indonesia.

Sementara itu perangkat Gampong mengatakan kalau memang tidak tepat sasaran bagaimana cara kita rubah karena itu data bukan kita yang nilai tapi orang pusat kalau memang kita yang rubah apa dasar hukumnya, atau bagaimana jalurnya,..?

Menurut Iwan, dari pernyataan Perangkat tersebut adalah pertanyaan yang konyol, kalau memang tidak tepat sasaran pasti bisa di rubah dengan mengajukan perubahan data data terbaru dan akurat ke pusat saat ini ada warga yang sudah punya mapan hidupnya, ada yang punya kendaraan Honda 2, ada yang masih punya suami dan ekonominya memadai,” kata iwan. jum’at (8/5/2020).

Adanya persoalan tersebut timbul tanda tanya kenapa data yang diajukan bisa tidak sesuai atau tidak tepat sasaran, Padahal diakui data KPM pengajuan merupakan data terbaru dari Desa.

Dari itu Masyarakat Desa Kampung Jawa, Idi Rayeuk berharap ada perbaikan data dari pihak terkait agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Seharusnya Kalau memang di desa katakanlah ada yang mampu dan tidak layak menerima ya jangan dikasihkan atau dicoret saja dari data atau itu bisa diusulkan kembali, kepada pihak Dinsos atau pihak terkait tolong data ulang penerima BST di akuratkan karena banyak masyarakat yang kurang mampu belum dapat bantuan. (Iw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!