Menu

Mode Gelap
PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !! Pemilik Dapur SPPG Kasiman 1 Bojonegoro dan Yayasan Jaya Cahaya Lestari Di Polisikan Satgas Saber Pangan Tancap Gas Jelang HBKN, 9.138 titik Diawasi, Pelanggar Diberi Sanksi ! Penyidik JAM PIDSUS Menetapkan 11 Tersangka Dalam Perkara Ekspor CPO dan Turunannya (POME) Periode 2022-2024

POTRET

Desa Bangunasri, Gelar Tasyakuran Bersih Desa Di Dua Punden

badge-check


					Desa Bangunasri, Gelar Tasyakuran Bersih Desa Di Dua Punden Perbesar

MAGETAN | Pelaksanaan tasyakuran bersih desa yang di gelar di dua punden Desa Bangunasri Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Jawa Timur merupakan tempat sakral yang diyakini sebagai sesepuh atau dayang desa.

Dengan maksud memohon perlindungan dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari, dan juga ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun tempat yang dimaksud adalah Punden Dukuh Blimbing dan Punden Dukuh Bombong. Yang dalam kepercayaan atau keyakinan warga masyarakat setempat, dalam pelaksanaan bersih desanya pasti ada sesaji berupa kembang yang ditaruh di dua punden tersebut. Hal ini dilakukan sebagai simbol terhindar dari hal-hal negatif, agar desa menjadi aman, makmur, dan sejahtera.

Wahyu Nur Afida, Sekretaris Desa Bangunasri saat ditemui mewakili kepala desanya mengatakan terkait hal tersebut, sudah menjadi keyakinan warga masyarakat desanya, yang masih memegang teguh nilai nilai budaya leluhur. Yang dalam hal ini selalu dilaksanakan disetiap tahunnya, di bulan dan di hari tertentu pelaksanaan bersih desa diselenggarakan.

“Ini sudah tradisi turun-temurun mas….di tiap tahunnya kita laksanakan. Dengan harapan dari kegiatan tasyakuran bersih desa ini menjadi simbol untuk mendapatkan ridho dari Yang Maha Kuasa, serta juga simbol guna menolak bala dari hal-hal negatif yang tidak diinginkan, “ungkap Wahyu Nur Afida, Sabtu (16/9/2023).

Terkait pelaksanaan tasyakuran bersih desa yang digelar, juga terlihat hiburan “gambyong”. Yang merupakan salah satu prosesi kegiatan yang ditampilkan, sebagai wujud kepedulian masyarakat dalam turut nguri-nguri budaya bangsa.

Hiburan gambyong tersebut selain sebagai simbol ritual bersih desa dalam menghibur masyarakat, juga menyuguhkan hiburan untuk perwakilan Forkopimca Barat, seluruh perangkat desa, dan juga pengunjung yang datang mengikuti jalanya bersih desa yang digelar. (w.i)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MPIR Jombang Jadikan Momentum HPN 2026, Sebagai Tapak Tilas Kebangkitan Pers untuk Sosial Kontrol Kebijakan Pemerintah

9 Februari 2026 - 19:57 WIB

AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi

2 Januari 2026 - 18:33 WIB

Gebyar Anniversary Ke-10 Media Berita TKP Di Shakila Guest House

21 Desember 2025 - 12:07 WIB

JNE Peduli Korban Bencana Sumatera dan Aceh Salurkan 500 Ton Bantuan Logistik

10 Desember 2025 - 13:09 WIB

FWJI “Go To Bali” Kunjungi Puri Ubud, Kapolsek Berikan Apresiasi

12 November 2025 - 21:49 WIB

Trending di POTRET
error: Content is protected !!