Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

ADVETORIAL

Desa Dukuh Lembeyan Gelar Bersih Desa Di Bulan Selo

badge-check


					Desa Dukuh Lembeyan Gelar Bersih Desa Di Bulan Selo Perbesar

Magetan,Republiknews-Bersih desa merupakan tradisi turun temurun dalam kebudayaan masyarakat Jawa, yang dalam hal ini sebagai wujud rasa syukur atas berkat atau anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa baik dari hasil panen, kesehatan, kesejahteraan, keselamatan untuk warga desa di satu tahun mendatang.

Dan juga hari pelaksanaannya pun tidak sembarangan ditentukan, melainkan ada hari-hari tertentu di dalam kalender Jawa, pada umumnya di Bulan Suro pelaksanaan yang merupakan hari sakral untuk melaksanakan Ritual Bersih Desa.

Beda dengan tradisi bersih desa yang ada di Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan, yaitu Desa Dukuh yang pada pelaksanaan ritual bersih desa di Bulan Selo di “Punden Mbojo”. Adapun kegiatan pelaksanaan berupa kenduri dan mengirim sajian-sajian ke punden yang di percaya sebagai makam sesepuh desa.

Dalam kegiatan yang di gelar di punden tersebut, di samping berupa kenduri dengan acara doa bersama, dari Forkopimca Lembeyan yang hadir, warga setempat serta sesepuh desa, juga ada kesenian Tayub yang di suguhkan, pada Rabu (15/6/2022) siang. Sebagai hiburan dengan tujuan untuk membersihkan halangan atau kesusahan di hilangkan agar kehidupan seluruh warga tenang dan tenteram.

Romelan(kades Dukuh)

Menurut Romelan, Kepala Desa Dukuh tentang tradisi bersih desa, memang tidak selalu sama di setiap daerah atau desa karena semua leluhur yang membawa tradisi tersebut berbeda di setiap daerah.
“Memang tradisi bersih desa yang di gelar di Punden Mbojo di bulan selo pelaksanaannya, tidak pada bulan-bulan sakral umumnya (bulan suro), rutin setiap tahun kita laksanakan, “ungkapnya saat ditemui awak Republik News sesudah doa bersama.

Di ungkapkan pula bahwasannya tradisi bersih desa yang di gelar, sebagai upacara adat yang memiliki makna spiritual di baliknya, yang mana tujuannya untuk mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa baik dari hasil panen, serta juga untuk memohon perlindungan dari perantara penjaga desa dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan bersih desa yang kita gelar ini, di samping untuk memohon berkat agar hasil panen melimpah, juga memohon agar seluruh warga di beri kesehatan, menjadikan desa yang aman, tenteram, dan juga gemah ripah loh jinawi, “tutup Romelan sambil mengisyaratkan warga yang baru datang untuk makan bersama. (iwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali

8 Maret 2026 - 21:03 WIB

Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil

6 Maret 2026 - 13:09 WIB

Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan

22 Februari 2026 - 21:50 WIB

OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang

19 Januari 2026 - 20:29 WIB

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!