Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

INVESTIGASI

Diduga Karena Banyak Berdiri Bangunan Liar, Waduk Sambiroto Tidak Berfungsi Maksimal

badge-check


					Diduga Karena Banyak Berdiri Bangunan Liar, Waduk Sambiroto Tidak Berfungsi Maksimal Perbesar

Mojokerto, RepublikNews – Waduk secara umum biasanya di diperuntukan untuk menampung air dari atas guna membantu pengairan sawah pada saat kemarau dan menjaga volume air agar tidak terjadi luberan saat musim penghujan,  menjaga bencana banjir serta memelihara ekosistim tanaman padi, tebu dan tanaman produktif lainnya disekitar waduk.

Waduk Sambiroto seluas 31.460 M2 (bukan enam hektar seperti tertulis pada berita pertama. Red)
mempunyai empat Pintu air, dimana masing-masing pintu mengaliri sungai  persawahan  di enam desa dan tiga kelurahan Surodinawan, Blooto dan Prajurit Kulon

Air Dam Penewon di Desa Jambuwok Kecamatan Trowulan untuk dialirkan ke sungai-sungai di Kecamatan Trowulan dan Kecamatan Sooko, sedangkan sungai di wilayah Kecamatan Sooko ditampung di Dam Sambiroto untuk cadangan dimusim kemarau agar sawah-sawah tidak kekurangan air sekaligus sebagai pengontrol debit air sungai dibawahnya.

Ponidi warga Sambiroto bercerita,” dulu kalau malam hari pintu air sebelah selatan dan barat dibuka dan pagi harinya ketiga pintu selain selatan ditutup untuk pengairan tapi gak mangkin sudah rusak semua mengikuti ahklaq menungsane, “niku lepen-lepen teng ngajeng  lapangan kanan kiri kering sedoyo mboten berguna, malah lepenne wonten sing dados sedoso sentian kalah kale griyo-griyo niku, ( itu sungai sungai kanan kiri kering semua tidak berguna, malah sungainya menyempit jadi 10 centi meteran kalah dengan rumah rumah itu*red),” terangnya.

Berdasarkan cerita warga tersebut kenyataannya sekarang dilapangan berdasarkan pantauan awak media Buser ini memang sungai-sungai yang dulu ada sekarang sudah banyak yang berubah fungsi menjadi  bangunan pertokoan dan rumah warga hampir disetiap dusun. Bersambung……

Reporter
Heni, Biro Mojokerto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemilik Lahan Komplotan Pencuri BBM/Solar Di Sumobito Jombang, Kabur Dan Hilangkan Barang Bukti Di TKP

10 Februari 2026 - 18:08 WIB

Terlindungi: Maling BBM Jenis Solar Oper Tangki Di Talun Kidul Sumobito Wilayah Hukum Jombang

8 Februari 2026 - 14:23 WIB

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!