
MOJOKERTO, REPUBLIKNEWS | Pemkab Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto terus memberikan edukasi kepada Lansia, Ibu hamil dan para ibu Balita di kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Selasa (20/2) pagi.
Turut hadir dalam kegiatan pagi ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kabid Kesmas Ninik, Camat Kutorejo Nuryadi, Kepala Desa Singowangi Suliyadi, Kepala Puskesmas Kutorejo Wilis Puspitadewi Anggraini dan Forkopimca Kutorejo.
Dalam sambutannya Kepala Desa Singowangi Suliyadi menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan ibu bupati, menyampaikan juga mengenai pengalokasian dana untuk pemberian PMT balita dan Lansia. Terkait kondisi Jalan lingkungan Dusun singowangi yang rusak sehingga ketika dalam kondisi musim hujan menyebabkan banjir untuk itu harapan dari bapak kepala desa kiranya ibu bupati bisa mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan tersebut.
Sementara itu Bupati Ikfina memastikan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati gencar menyampaikan bahaya stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.
“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20% dari standard. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” kata Bupati Ikfina.
Bupati Ikfina juga mengimbau kepada para ibu Balita agar mengikuti Pin polio sampai bulan Februari dan juga kepada para Lansia agar rutin ke posyandu. Untuk dilihat tensi dan gula darah.(etyo)