Diskusi Nasional Warnai Acara HUT PANJI NASIONAL KE-9 TAHUN

Surabaya, RepublikNews – Media Cetak dan Online Panjinasional merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 bekerjasama dengan Universitas Bhayangkara (Ubhara) menggelar Diskusi Nasional bertema ‘Tantangan dan Peluang Remaja di Era Revolusi Industri 4.0″ di Graha Universitas Bhayangkara Jalan Ahmad Yani Surabaya. Sabtu (14/9/2019).
Hadir dalam acara diskusi, Gubernur Jawa Timur yang diwakili Ir. Diyah wahyu Ernawati, Rektor Ubhara yang diwakili oleh Wakil rektor 3 Ismail S.Sos M.si., Ratusan pelajar dari SMA/SMK dan mahasiswa Ubhara, serta Kabiro dan wartawan Media Panjinasional, Pimpinan Redaksi berbagai media, serta para wartawan dari berbagai media cetak dan online.
Diskusi publik nasional ini menghadirkan beberapa narasumber sebagai pembicara, diantaranya adalah Isa anshori dari Dewan Pendidikan Jawa Timur, Dr Retno Kintecky dari Kementrian pendidikan dan kebudayaan RI, Ismail S. sos M.Si wakil rektor 3 Ubhara, Akmad Soim selaku Korwil KSBSI Jatim, Syamsunar, Direktur PT. Terryham Proplas Indonesia, dan Sunaryo dari Disnakertrans.
Gatot Irawan, Pimpinan Redaksi (Pimred) media Panjinasional dalam sambutannya mengatakan, kegiatan diskusi nasional ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan remaja dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin berat.
“Remaja dan pelajar saat ini harus segera melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi persaingan industri modern. Jika kita tidak melakukan persiapan secara dini, maka bisa akan tersingkir oleh persaingan dalam mengisi peluang kerja yang ada,” ujar Gatot.
Dikesempatan yang sama Rektor Ubhara yang diwakili oleh Wakil rektor 3 Ismail S.Sos., M.si., mengatakan Kegiatan ini sangat di butuhkan untuk menghadapi tantangan industri 4.0. Saat ini melalui media sosial, banyak yang bisa dimanfaatkan untuk sarana belajar.
”Kami sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan seperti ini, dengan perkembangan teknologi informasi yang ada, para remaja harus bisa mengikuti informasi teknologi yang ada agar kelak bisa bersaing dalam mencari kerja,” ujarnya.
Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh. Ir. Diyah wahyu Ernawati menyampaikan permintaan maaf bahwa Gubernur Jatim tidak bisa menghadiri acara diskusi nasional dan menyampaikan beberapa pesan dari Gubernur.
”Saya menyampaikan permintaan maaf Ibu gubernur tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa di wakilkan. Ibu Khofifah menitipkan salam kepada anak-anak generasi millenial yang hadir disini. Pesan dari ibu Khofifah adalah Adik-adik harus meningkatkan skillnya di bidang teknologi. Karena ke depan semuanya akan beriringan dengan otomatisas. Semuanya serba otomatis dengan tekhnologi yang canggih. Kita akan bersaing dengan tekhnologi,” katanya.
Masih kata Diyah, “Program Jatim kerja, merupakan upaya pembukaan lapangan kerja yang seluas-luasnya di Jatim. Dengan menyiapkan tenaga kerja yang siap untuk serap di bidang industri dan teknologi nya. Saat ini Ada pergeseran dimana pencari kerja tidak harus bekerja di perusahaan, tapi bisa kerja di rumah dan dimana saja.” Ungkapnya.
Setelah pemaparan dari para narasumber, diadakan tanya jawab dari peserta yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa. Terlihat antusias para pelajar dan mahasiswa dalam sesi tanya jawab tersebut. (red)