Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

INVESTIGASI

Dispar Aceh Selatan Di Anggap Lalai, Masyarakat Butuh Edukasi Dan Pemahaman

badge-check


					Dispar Aceh Selatan Di Anggap Lalai, Masyarakat Butuh Edukasi Dan Pemahaman Perbesar

Banda Aceh, RepublikNews – Dinas Pariwisata dianggap lalai dalam memberikan pengawasan terhadap wisatawan yang datang ke Aceh Selatan.

Dinilai lalai karena sekelompok rombongan Komunitas Wisata Umahela Samosir menggelar ritual atau ibadah yang tidak sesuai dengan agama, norma, dan adat budaya yang berlaku di objek Tuantapa, Aceh Selatan, Selasa siang (6/8/2019).

Menurut laporan warga setempat, kelompok ini merupakan keluarga Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan yang memang sedang berwisata ke Aceh Selatan. Total rombongan berjumlah 30 orang. Mereka datang ke Aceh Selatan, setelah sebelumnya juga berwisata ke Singkil dan Subulussalam.

Ketua KNPI Aceh selatan, Siska Elviadi Rajo Evi memberi tanggapan kepada media terhadap tamu yang melakukan ritual di kawasan wisata Tuantapa.

“Kita harus bijak menyikapi masalah ini, perbedaan kepercayaan adalah rahmat bagi kita semua, Hanya saja setiap tamu yang datang juga wajib memperhatikan norma-norma adat istiadat serta kearifan lokal Aceh Selatan. Ke depannya bagi guide lokal yg mendampingi itu juga harus paham dulu apakah ada aturan tentang boleh atau tidak melakukan ritual di tempat tersebut,” sebutnya.

“Aceh Selatan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan juga menghargai setiap tamu yang datang. Jika mereka melakukan kesalahan tolong di peringati baik-baik agar tidak ada kesan bahwa Aceh Selatan tidak ramah terhadap tamu. Dan jika itu dibolehkan tolong disesuaikan dengan kaedah-kaedah yang berlaku di daerah kita,” kata Rajo.

Sementara Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Banda Aceh, Mitra Saiputra ikut berkomentar, “Menurutnya pihak pengelola objek wisata Aceh Selatan dalam hal ini pengelola objek Wisata Tuantapa lalai dalam memberikan pengawasan,” katanya.

Ia menambahkan, “Pihak pengelola Wisata Aceh Selatan harus memberikan edukasi terhadap wisatawan dalam melaksanakan kegiatannya untuk tidak berbenturan dengan kultur masyarakat setempat. Di sisi lain objek wisata di Aceh Selatan sangat banyak dan menjadi keindahan tersendiri bagi penikmatnya,” harap Mitra.

Disisi lain objek wisata di Aceh Selatan sangat banyak dan menjadi keindahan tersendiri bagi penikmatnya.

“Kita tidak ingin gara-gara kurangnya pengawasan dari pihak pengelola wisata berdampak terhadap kenyamanan masyarakat setempat yang kita yakini tidak mau menerima kegiatan-kegiatan yang dinilai bukan dari kulturnya,” kata Mitra.

Dalam hal ini HAMAS meminta kepada pihak Dinas pariwisata Aceh Selatan untuk juga memberikan pemahaman atau edukasi terhadap masyarakat dan wisatawan yangg datang ke Aceh Selatan untuk sama-sama menghargai kultur setempat. (Riri)

Baca Lainnya

PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala

19 Januari 2026 - 13:28 WIB

Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri

12 Januari 2026 - 14:40 WIB

Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35

29 Desember 2025 - 17:14 WIB

Proyek Pengurukan Lahan di Puri -Mojokerto Tanpa Penanggung Jawab dan K3, Urugan Diduga Tambang Ilegal

15 Desember 2025 - 15:43 WIB

Pencairan Asuransi Jiwa Tanpa Sepengetahuan Debitur, BTN Cabang Mojokerto Diduga Lakukan Maladministrasi

14 November 2025 - 19:11 WIB

Trending di INVESTIGASI
error: Content is protected !!