Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

EKONOMI BISNIS

Dukung Strategi Keuangan Berkelanjutan Perusahaan, LindungiHutan Punya Program Mangrove Capital

badge-check


					Dukung Strategi Keuangan Berkelanjutan Perusahaan, LindungiHutan Punya Program Mangrove Capital Perbesar

Program Mangrove Capital menyasar perusahaan untuk mewujudkan keuangan berkelanjutan melalui aksi lingkungan salah satunya penanaman pohon.

Dalam rangka mendorong perusahaan untuk lebih aktif dalam pelestarian lingkungan dan mewujudkan keuangan berkelanjutan, LindungiHutan meluncurkan program Mangrove Capital. Program ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengintegrasikan strategi keuangan berkelanjutan dengan langkah-langkah nyata, seperti penanaman mangrove, yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan dan ekonomi jangka panjang.

Isu keberlanjutan terlihat menjadi perhatian bagi sektor bisnis. Industri keuangan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan yang seimbang antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Mangrove Capital merupakan langkah konkret dalam mendukung target pemerintah untuk merehabilitasi 600 ribu hektar mangrove.

“Sesuai dengan proyek pemerintah, tanam mangrove ini bisa berdampak besar dalam mengurangi abrasi. Concern kami terkait abrasi, banjir rob, dan manfaatnya sangat besar karena serapan karbon dari mangrove juga sangat tinggi,” ucap Maharani, B2B Sales & Account Manager LindungiHutan.

Hutan mangrove di Indonesia dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami terbesar, dengan kapasitas penyimpanan karbon mencapai 800 hingga 1.200 ton per hektar.

Program Mangrove Capital menawarkan lima skema partisipasi yang fleksibel, mulai dari penanaman minimal 500 pohon hingga ribuan pohon. LindungiHutan juga menawarkan program kolaborasi lain seperti seminar dan perhitungan emisi karbon perusahaan berdasarkan skema kerja sama yang dipilih perusahaan.

Maharani menambahkan, “Sangat penting bagi perusahaan untuk aktif berkontribusi terhadap lingkungan. Ada peraturan OJK yang mengharuskan perusahaan memberikan dampak positif terhadap lingkungan, salah satunya dengan menanam pohon. Prosesnya mudah, cepat, dan dampaknya sangat luas, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kualitas hidup manusia itu sendiri.”

Dengan berpartisipasi dalam Mangrove Capital, perusahaan dapat menyesuaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka dengan strategi bisnis berkelanjutan, tanpa mengesampingkan aspek ekonomi. LindungiHutan berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan dan mewujudkan keuangan berkelanjutan.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 848 ribu pohon telah ditanam bersama 547 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 50 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti The Green CSR, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Baca Lainnya

Anak Singkong di Little Tokyo

19 November 2024 - 16:50 WIB

Trading Bebas Swap di Dupoin: Semua yang Perlu Anda Ketahui

19 November 2024 - 14:12 WIB

Token Palapa Resmi Diperdagangkan di Bittime

18 November 2024 - 13:50 WIB

Port Academy Adakan Diklat IMDG Code di Tanjung Redeb, Tingkatkan Kompetensi Penanganan Barang Berbahaya di Pelabuhan

15 November 2024 - 03:17 WIB

Vishnu, Perjalanan dari Penjaga Pos Parkir hingga Peraih Penghargaan Personal Development di JCI Badung Bali

11 November 2024 - 20:36 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS
error: Content is protected !!