INVESTIGASI

Fasilitas dan Tata Ruang Pelayanan Umum Dinkes Kabupaten Mojokerto Di Keluhkan Petugas Medis

Mojokerto, RepublikNews – Bagi para dokter, perawat dan tenaga medis lainnya bila mau mengurus segala bentuk perijinan kesehatan harus rela kena panasnya terik matahari dan yang lebih tidak pantas dilihat, ketika menyampaikan dan mengisi data yang di perlukan pemohon hanya bisa memasukan kepala dan tangannya aja, sementara petugas di dalam ruangan duduk nyaman di ruangan AC.

Hal itu di keluhkan dan disampaikan oleh Salah seorang petugas medis dari salah satu Rumah Sakit yang ada di Mojosari kepada awak media ini, saat lagi mengurus perijinan yang berkaitan dengan Rumah sakitnya.

Menurut M. Susanto salah satu pejabat Dinkes Kabupaten Mojokerto bidang perijinan saat dikonfirmasi mengenai kondisi tata ruang yang ada mengatakan,” sudah lama mas mengajukan untuk tata ruang ini, tapi mungkin masih ada kendala karena adanya covid 19 ini, memang ada sistem online dalam mengurus perijinan kesehatan tapi ada yang harus datang langsung ke kantor.

Baca Juga :  Oknum PNS Kota Batu "Diduga Salahgunakan Kewenangan" Fasilitas Negara Buat Bisnis Pribadi

Dalam hal ini tim awak media RepublikNews juga meminta keterangan kabag umum Jaka Harnanta, menurutnya pemandangan ini baru tahu dengan datangnya tim media.
“setahu kami bentuk pelayanan pemohon didalam ruangan juga, karena saat ini ada musibah covid 19 maka kita terapkan sistem jaga jarak, maka kalau ada batasan antara petugas dan pemohon ya itu memang yang terjadi,” ungkap Jaka Harnanta. (kamis,13/8/20)

Untuk hal ini pihak dinas kesehatan sudah mengajukan anggaran untuk membuat atau merenovasi bentuk ruangan, salah satunya mendirikan dan menyambung canopy supaya pemohon tidak kepanasan apalagi dalam waktu dekat sudah musim hujan,” tambah Jaka.

“terima kasih kepada tim awak media REPUBLIKNEWS yang sudi dan mau menyampaikan hal ini, supaya kedepanya pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan nyaman, secepat mungkin akan saya sampaikan kepada Kepala dinas, semoga secepat mungkin ada respon,” pungkas Jaka Harnanta. (Ndet)

Baca Juga :  Limbah B3 "Pabrik Stainlees Steel" Cemari Lingkungan Warga Dayurejo Prigen Pasuruan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!