Menu

Mode Gelap
OTT Walikota Madiun, KPK Amankan 15 Orang PT. Adira Mojokerto Dan PT. DCM Berulah, Rampas Paksa Motor Nasabah Di Jl. Empunala Menteri PU Diminta Turun Tangan: FWJ Indonesia Ancam Aksi Demo Soal Dugaan KKN BWSS IV Kepri AJT Serahkan Piagam Tali Asih Pers Kepada AKBP Muhammad Taat Resdi Peserta Seleksi Perades Tulungrejo Tulungagung Ajukan Sanggah : Nilai Peserta SLTA 50, Lulusan S2 Hanya 35 Anak Purnawirawan Perwira Polisi Di Laporkan Kasus Penganiayaan 

ADVETORIAL

Giat Bersih Desa Ngunut, Turut Berkontribusi Pada Pelestarian Budaya Bangsa

badge-check


					Giat Bersih Desa Ngunut, Turut Berkontribusi Pada Pelestarian Budaya Bangsa Perbesar

MAGETAN – Upacara adat bersih desa di Bulan Muharam 1445 Hijriyah yang digelar di Punden Segawe, Desa Ngunut Kecamatan Parang Kabupaten Magetan pada Jumat, (28/7/2023) merupakan acara ritual tahunan yang dilaksanakan pemerintah desa dan masyarakat sebagai salah satu wujud rasa syukur atas nikmat serta rahmat Sang Kuasa yang telah diberikan selama ini.

Sebagaimana pelaksanaan tahun tahun sebelumnya, rangkaian acara bersih desa yang dilaksanakan kali ini juga diawali dengan do’a bersama yang diikuti oleh semua jamaah mushola maupun masjid yang ada, di balai desa setempat.

Selanjutnya prosesi di lanjutkan dengan melaksanakan kirim do’a atau tasyakuran di sumber-sumber mata air yang ada dan merupakan simbol kehidupan masyarakat desa Ngunut.

Adapun sumber mata air yang dimaksud adalah sumber Ngrangkah, sumber Jumok, sumber Tengklik, sumber Bogang, sumber Kenangan, sumber Cekok, sumber Jambe, dan sumber Bulu.

Selanjutnya kegiatan diteruskan dengan nyadran (kirim doa) ke punden segawe (cikal bakal desa) dengan pemasangan sesaji serta penyembelihan kambing kendit dilokasi tersebut.

“Dari rangkaian acara yang kita laksanakan, ini sudah tradisi turun-temurun di tiap tahunnya mas…..Dan di harapkan dalam pelaksanaan mendapatkan rido dari Yang Maha Kuasa, diberi kesehatan, keselamatan, rezeki, guyub rukun masyarakat dalam membangun desa, sentosa, makmur, dan sejahtera, “Ungkap Sauji, Kepala Desa Ngunut saat ditemui dilokasi.

Masih menurut Sauji, bahwa pada kegiatan bersih desa yang dilaksanakan, selalu menyajikan pagelaran kesenian wayang kulit sebagai puncak prosesi pada malam harinya. Hal itu selain sebagai salah satu syarat kelengkapan dari prosesi adat yang tidak boleh ditinggalkan, juga merupakan andil pemerintah dan masyarakat desa Ngunut untuk turut berkontribusi di dalam melestarikan atau nguri uri seni budaya bangsa serta kearifan lokal yang ada.(w.i)

Baca Lainnya

Tuban 732 Tahun: Dari Ronggolawe Majapahit ke Tuban Berdaya Karya

10 November 2025 - 18:00 WIB

Demokrat Gelar Seminar, AHY Bukan Hanya Milik Kader Demokrat, Tetapi Milik Seluruh Elemen Bangsa

2 November 2025 - 16:36 WIB

BPD Lakardowo Tangguh, Layak Jadi Percontohan: Audiensi Panjang Bersama Pemuda Pancasila Berlangsung Penuh Gagasan

23 Oktober 2025 - 19:51 WIB

Pemkab Tuban Gelar UPacara Peringatan HUT Ke – 80 Provinsi Jawa Timur

16 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Jalin Kemitraan, MPIR Korwil Jombang Gelar Halal Bihalal Lintas organisasi

18 April 2025 - 20:03 WIB

Trending di ADVETORIAL
error: Content is protected !!