Menu

Mode Gelap
Ketum FWJ Indonesia Ingatkan Kapolres Mojokerto, Ini Alasannya Satgas Saber Pangan Pusat Sidak Pasar Lemabang Palembang, Stok dan Harga Pangan Terkendali Pantau Pasar dan Petani di Jatim, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Pusat: Mayoritas Harga Komoditas Stabil PATROLI SKALA BESAR RAMADHAN, SINERGITAS TNI-POLRI DAN SATPOL PP JAGA KONDUSIFITAS MOJOKERTO RAYA Dwit 3 Tahun Mandek, Wanita Ini Nekat Hadang Mobil KDM di Lapangan Den Sakti Tambun Selatan CEK FAKTA: Rilis Korp Brimob Polri Patroli Gabungan Amankan 5 Pemuda di Jaktim Adalah HOAX !!

BUDAYA

Gunungan 1000 Dumbek Pada Sedekah Bumi Mata Air Brubulan.

badge-check


					Gunungan 1000 Dumbek Pada Sedekah Bumi Mata Air Brubulan. Perbesar

Tuban, RepublikNews

Sebagai wujud syukur, warga desa Kesamben, Plumpang menggelar Sedekah Bumi di Sumber Mata Air Brubulan, Rabu (26/06/2019). Sebanyak 1000 dumbek dikumpulkan dari sumbangan warga. Komoditi Dumbek menjadi salah satu produk unggulan warga desa Kesamben yang sudah diproduksi puluhan tahun.

Dumbek yang menjadi makanan khas asli desa Kesamben ini, kemudian disusun menjadi gunungan bersama hasil pertanian warga, antara lain wortel, kubis, kacang panjang dan cabai. Selanjutnya, gunungan dumbek diarak mengelilingi desa untuk kemudian diarak oleh warga menuju sumber mata air Brubulan.
Tiba di sumber mata air, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat. Setelah serangkaian sedekah bumi selesai, gunungan dumbek diperebutkan warga yang hadir.

Selaku Juru Kunci Sendang Brubulan, Lumaji menerangkan bahwa kegiatan sedekah bumi (nyadren dalam bahasa Jawa) sebagai bentuk wujud syukur masyarakat kesamben, atas hasil bumi dan sumber mata air yang melimpah. “Rebutan dumbek ini menurut kepercayaan orang jawa dimaknai ngalap barokah (memohon berkah) dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Lumaji menambahkan bahwa leluhur desa Kesamben membuat dumbek menjadi sesaji dalam ritual sebelum melakukan penggalian sumber mata air Brubulan ini. Adat istiadat tersebut tetap terpelihara sampai saat ini. “Sekarang dumbek menjadi  makanan khas warga Kesamben,” jelasnya.

Warga desa Kesamben antusias mengikuti serangkaian perayaan Arak-arakan Gunungan Dumbek dan Sedekah Bumi Sumber Air Brubulan ini. Tampak warga memadati jalan yang menjadi rute arak-arakan dan mengabadikan momen tersebut menggunakan gawainya.
“Ini tradisi tahunan yang selalu diadakan sebagai wujud syukur atas rejeki yang kami terima. Kami ingin memviralkannya,” kata salah seorang Warga Kesamben, Veti Rahma saat mengikuti acara sedekah bumi.

Untuk diketahui, dumbek merupakan makanan tradisional bercita rasa legit manis yang terbuat dari campuran santan dan gula jawa (gula aren). Adonan kemudian dituangkan dalam daun lontar yang dibentuk silinder untuk selanjutnya dikukus. Warga desa Kesamben sehari-hari memproduksi dumbek untuk dijual. Dumbek juga menjadi suguhan pada acara keagamaan maupun kegiatan formal lainnya.(@nt).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hanoman Obong, Semarakkan HUT Ke 80 Republik Indonesia

24 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Penanaman 294 Pohon Alpukat dalam Program Gabung Aksi LindungiHutan di Semarang

8 Maret 2024 - 16:36 WIB

Pertunjukan ‘The Beauty of China’ Sukses Awali Tahun Baru Imlek

19 Februari 2024 - 10:11 WIB

Pemdes Kupang Adakan Sedekah Bumi Untuk Melestarikan Adat Jawa

17 Februari 2024 - 17:58 WIB

BAYWALK MALL RAYAKAN TAHUN NAGA KAYU DENGAN MENGGELAR EVENT “THE GLORIOUS ORIENTAL” ACARA TAHUN BARU IMLEK SPEKTAKULER DI JAKARTA

29 Januari 2024 - 18:08 WIB

Trending di BUDAYA
error: Content is protected !!